[Medan | 13 Maret 2026] Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp41,3 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Dividend Payout Ratio (DPR) sekitar 72% dari laba bersih perseroan.
Dengan keputusan tersebut, setiap pemegang saham BBCA akan menerima dividen final sebesar Rp281 per saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim Rp55 per saham dengan total nilai sekitar Rp6,77 triliun.
Secara keseluruhan, total dividen tunai yang dibagikan BCA untuk tahun buku 2025 mencapai Rp336 per saham atau setara Rp41,3 triliun. Berdasarkan harga saham BBCA pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026) di level Rp6.950 per saham, total dividen tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 4%.
Laba Bersih Naik
Bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun pada 2025, meningkat sekitar 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan capaian kinerja tersebut, pasar sebelumnya telah memperkirakan bahwa total dividen yang dibagikan tahun ini berpotensi meningkat. Perkiraan tersebut terbukti benar, karena rasio pembagian dividen tahun buku 2025 meningkat dibandingkan DPR tahun buku 2024 yang sebesar 67,4%.
Rencana Dividen Kuartalan
Selain menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025, manajemen BCA juga mengungkapkan rencana kebijakan baru terkait distribusi laba. Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong menyampaikan bahwa perseroan membuka peluang untuk membagikan dividen secara kuartalan mulai tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.
Direksi dengan persetujuan dewan komisaris dapat membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam setahun, yang direncanakan akan disalurkan secara berkala setiap kuartal. Menurut Hendra, dukungan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, regulator, serta otoritas sepanjang tahun 2025 memungkinkan BCA mempertahankan kinerja yang solid dan meningkatkan nilai dividen tunai sekitar 12% dibandingkan pembagian dividen tahun buku 2024.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh positif pada 2026 meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk dinamika ekonomi global dan ketegangan geopolitik. BCA, menurutnya, akan terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
Konsistensi Kebijakan Dividen
Dalam beberapa tahun terakhir, emiten dengan kode saham BBCA dikenal konsisten membagikan sekitar 68% hingga 70% laba bersih sebagai dividen. Pada tahun buku 2024, misalnya, BCA membagikan dividen final Rp300 per saham dengan total nilai sekitar Rp36,98 triliun, atau setara 67,4% dari laba bersih. Kebijakan dividen interim yang telah dilakukan sebelumnya juga dipandang sebagai sinyal bahwa perseroan tetap menjaga konsistensi dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Rencana Buyback Saham
Selain agenda pembagian dividen, RUPST juga menyetujui beberapa agenda lainnya, termasuk rencana pembelian kembali saham (buyback). Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk telah mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar keuangan global.
Perubahan Susunan Direksi
RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi dengan mengangkat David Formula sebagai Direktur Teknologi Informasi setelah dinyatakan lulus fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pengangkatan tersebut merujuk pada Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEPR-11/D.03/2026 tertanggal 13 Februari 2026, dengan masa jabatan sejak penutupan RUPST hingga RUPST yang akan diselenggarakan pada 2029.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Setelah penutupan RUPST, berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Central Asia Tbk.
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Jahja Setiaatmadja
- Komisaris: Tonny Kusnadi
- Komisaris Independen: Raden Pardede
- Komisaris Independen: Sumantri Slamet
Direksi
- Presiden Direktur: Gregory Hendra Lembong
- Wakil Presiden Direktur: Armand Wahyudi Hartono
- Wakil Presiden Direktur: John Kosasih
- Direktur: Subur Tan
- Direktur (membawahi fungsi kepatuhan): Lianawaty Suwono
- Direktur: Santoso
- Direktur: Vera Eva Lim
- Direktur: Haryanto Tiara Budiman
- Direktur: Frengky Chandra Kusuma
- Direktur: Antonius Widodo Mulyono
- Direktur: Hendra Tanumihardja
- Direktur: David Formula

