Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Bukan Emas Dan Minyak, Tembaga Jadi Pemenang Tak Terduga di Tengah Perang AS–Iran?

Jalur laut yang biasanya membawa 20% minyak dunia kini mengalami gangguan signifikan. AS melakukan blokade, Iran mengancam AS menggunakan selat hormuz, perundingan damai di Pakistan berakhir tanpa hasil.

By Zikri Habibi

Kalau Jepang Naikkan Suku Bunga, Likuiditas Global Bakal Mengering?

Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 27-28 April 2026. Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran 60–70%, didorong oleh inflasi yang

By Aurelia Tanu

Minyak Naik, Harga Ditahan: Strategi Cerdas atau Risiko Fiskal Tersembunyi?

Kenaikan harga minyak global kembali menguji ketahanan fiskal Indonesia. Di tengah tekanan tersebut, pemerintah memilih menahan harga BBM domestik guna menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi. Namun, kebijakan

By Zikri Habibi
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

OCBC Caplok Bisnis Ritel dan Weatlh HSBC, Aset Kelolaan Sentuh Rp 89,8 T

PT Bank OCBC NISP Tbk resmi menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi bisnis wealth and premier banking milik HSBC Indonesia pada 4 Mei 2026. Transaksi ini mencakup pengambilalihan aset dan liabilitas, dengan nilai final yang masih menunggu kesepakatan lanjutan. Fokus Perkuat Segmen Nasabah Affluent Akuisisi ini menargetkan segmen nasabah affluent, yaitu kelompok dengan dana kelolaan tinggi. Layanan wealth HSBC sendiri mensyaratkan dana

The Fed Williams Sebut Suku Bunga Perlu Diturunkan di Masa Depan

Gubernur Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyampaikan bahwa suku bunga pada akhirnya perlu diturunkan apabila inflasi kembali ke target 2%. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi inflasi saat ini yang masih tinggi membuat timing penurunan suku bunga menjadi tertunda, meski arah kebijakan jangka menengah tetap menuju pelonggaran. The Fed Tetap Hati-Hati di Tengah Ketidakpastian Federal Reserve saat ini

Pemerintah Targetkan Bensin Campur Etanol 20% Mulai 2028

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan penerapan campuran etanol 20% (E20) pada bensin mulai 2028. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan ini ditujukan untuk menekan ketergantungan impor energi, mengingat konsumsi bensin nasional mencapai sekitar 39–40 juta kiloliter, dengan sekitar 20 juta kiloliter masih berasal dari impor. Dengan implementasi E20, pemerintah memperkirakan impor bensin dapat ditekan hingga 8 juta kiloliter, seiring substitusi

Timur Tengah Kembali Panas, Emas Anjlok dan Yield Obligasi AS Naik

Harga emas global terkoreksi signifikan pada awal pekan, dengan emas spot turun sekitar 2% ke US$4.523,23 per ons, sementara kontrak berjangka melemah 2,4% ke US$4.533,30. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong perubahan ekspektasi pasar terhadap inflasi dan suku bunga. Eskalasi Konflik Dorong Minyak & Inflasi Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang kapal

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 114 per Barel

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak Brent ditutup naik sekitar 5,8% ke US$114,44 per barel, sementara WTI menguat 4,4% ke US$106,42 per barel. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan premi risiko geopolitik yang signifikan dalam waktu singkat. Serangan di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di

Inflasi Turun, Neraca Dagang Surplus, Apa Artinya Untuk Ekonomi Indonesia?

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis dua data utama pada 4 Mei 2026, yaitu inflasi April dan neraca dagang Maret. Inflasi April 2026 Indikator Angka  Inflasi Bulanan (MoM) +0.13% Inflasi Tahunan (YoY) +2.42% Inflasi Tahun Kalender (YtD) +1.06% Turunnya inflasi dari 3,48% ke 2,42% bukan karena ekonomi membaik atau daya beli masyarakat menguat. Ini semata-mata efek musiman, dimana Ramadan dan Lebaran

Indonesia Cuma Jadi Buruh di Tambang Nikel Sendiri?

Selama bertahun-tahun, publik dibuat yakin kalau larangan ekspor bijih nikel sejak 2020 bakal jadi titik balik. Ditambah lagi pembangunan smelter dan fasilitas HPAL yang masif, Indonesia digambarkan akan naik kelas—dari sekadar penjual bahan mentah jadi pemain besar di industri baterai dan kendaraan listrik dunia. Produksi naik, ekspor melonjak, angka-angka terlihat bagus. Tapi ada satu pertanyaan penting yang jarang dibahas: sebenarnya

Berkshire Pegang Cash Hingga $397 Miliar, Apa yang Mereka Tunggu?

Berkshire Hathaway mencatat lonjakan cadangan kas ke level tertinggi sepanjang sejarah, mencapai US$397 miliar (sekitar Rp6.868 triliun) pada kuartal I-2026. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan melakukan net sell ekuitas sebesar US$8,1 miliar, mencerminkan langkah defensif di tengah ketidakpastian pasar. Transisi Kepemimpinan ke Greg Abel Lonjakan kas ini terjadi bertepatan dengan fase awal kepemimpinan Greg Abel yang menggantikan Warren Buffett sebagai

Purbaya Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak Baru hingga Ekonomi Tumbuh 6%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan tarif maupun memperkenalkan kebijakan pajak baru dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Target Pertumbuhan Jadi Penentu Kebijakan Pemerintah baru akan mempertimbangkan penyesuaian kebijakan pajak apabila pertumbuhan ekonomi telah mencapai kisaran 6%, yang dianggap mencerminkan kondisi daya beli

Tanpa UEA, OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak 188 Ribu Barel Mulai Juni

Sejumlah negara anggota OPEC+ menyepakati rencana awal untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni 2026. Kesepakatan ini melibatkan tujuh negara inti dan akan difinalisasi dalam pertemuan daring yang dijadwalkan pada Minggu (3/5/2026). Volume kenaikan ini relatif sejalan dengan penambahan bulan sebelumnya sebesar 206.000 barel per hari, menandakan pendekatan kebijakan yang konsisten dari aliansi produsen minyak tersebut.