Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Jadi Pintu Cuci Uang?

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, berlanjutnya capital outflow dari pasar keuangan domestik, peringatan MSCI terkait status Emerging Market, serta meningkatnya perhatian investor terhadap kepastian regulasi dan

By Aurelia

BI Sudah Naikkan Suku Bunga 100 Bps, Harga Obligasi Sudah Murah?

Dalam waktu kurang dari satu bulan, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). Dimulai dari kenaikan 50 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG)

By Aurelia

Rupiah Sudah Tembus Rp 17.900, Apakah Indonesia Masih Baik-baik Saja?

Pada 28 Mei 2026, Rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.906 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum akhirnya ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Dibandingkan posisi

By Aurelia
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

Harga emas dunia melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Rabu (19/8/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan. Penguatan terjadi setelah langkah mengejutkan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan dukungan likuiditas pasar obligasi mendorong penurunan yield Treasury dan dolar AS. Harga emas spot naik 4,35% menjadi US$4.523,05 per troy ons, setelah sempat menyentuh US$4.524,34 per troy ons,

Defisit Melebar, Utang Pemerintah AS Tembus US$ 40 Triliun

Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor setelah menembus US$40 triliun, mencerminkan semakin besarnya tekanan fiskal yang dihadapi ekonomi terbesar dunia tersebut. Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, total utang pemerintah mencapai US$40,05 triliun pada Selasa (18/8/2026). Level tersebut dicapai sekitar empat setengah tahun setelah total utang AS pertama kali melewati US$30 triliun. Dalam satu dekade terakhir, utang pemerintah AS

Risalah FOMC: Banyak Pejabat The Fed Dukung Suku Bunga Dinaikkan

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak kunjung mereda. Namun, ketidakpastian terhadap arah inflasi dan melemahnya sejumlah indikator ekonomi membuat keputusan kebijakan berikutnya masih sangat bergantung pada data. Dalam rapat 28-29 Juli 2026, FOMC memutuskan mempertahankan suku bunga federal funds rate pada kisaran

Trump Deklarasikan Perang Ekonomi dengan Iran

Harga minyak mentah kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026) pagi, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah Presiden Donald Trump mengumumkan langkah-langkah baru untuk menekan perekonomian Iran. Pada pukul 07.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2026 tercatat sebesar US$85,88 per barel, naik tipis 0,06% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$85,83 per

AS Gandakan Buyback Treasury, Apa Dampaknya ke Market?

Keputusan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk menggandakan ukuran pembelian kembali atau buyback Treasury menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Kebijakan tersebut terutama ditujukan untuk meredam kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor panjang yang sebelumnya melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Departemen Keuangan AS akan meningkatkan buyback Treasury tenor 10 hingga 30

BI Tahan Lagi Suku Bunga di Level 5,75%!

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026. Selain itu, BI juga memutuskan untuk menahan suku bunga deposit facility di level 4,75% dan lending facility di level 6,50%. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar yang menilai BI masih memiliki ruang untuk mempertahankan tingkat suku bunga

Utang Luar Negeri RI Tumbuh 4,4% YoY, Tembus USD 453,4 M di Q2-2026

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali meningkat pada kuartal II-2026. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi ULN mencapai US$453,4 miliar, tumbuh 4,4% secara tahunan (yoy). Kenaikan terutama berasal dari ULN sektor publik, sementara ULN swasta masih mengalami kontraksi meski penurunannya mulai melambat. ULN pemerintah tercatat sebesar US$216,3 miliar, tumbuh 2,9% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan 3,8% pada kuartal I-2026. BI menyebut peningkatan

FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia Hingga Desember 2026

FTSE Russell kembali memperpanjang pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks saham Indonesia hingga Desember 2026. Keputusan ini membuat pasar saham Indonesia masih harus menunggu lebih lama sebelum FTSE Russell kembali menerapkan perubahan indeks secara penuh. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari pembatasan yang sebelumnya diumumkan pada Februari dan diperbarui dalam review Juni 2026. Dengan keputusan terbaru, pembatasan juga masih berlaku dalam review

Saham INET, WIFI, hingga DOOH Kompak Terbang, Ada Apa?

Saham-saham emiten infrastruktur digital bergerak agresif pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Penguatan terutama dipimpin oleh PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) setelah perseroan resmi memiliki pengendali baru, kemudian merambat ke sejumlah saham yang memiliki keterkaitan bisnis, termasuk PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DOOH sempat melonjak

Bayan Resources (BYAN) Sebut Tak Tahu Kabar Haji Isam Mau Akuisisi

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberikan klarifikasi terkait rumor bahwa perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong tersebut akan diakuisisi oleh pengusaha asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero mengatakan perseroan hingga saat ini tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya. “Sampai