Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Indonesia Cuma Jadi Buruh di Tambang Nikel Sendiri?

Selama bertahun-tahun, publik dibuat yakin kalau larangan ekspor bijih nikel sejak 2020 bakal jadi titik balik. Ditambah lagi pembangunan smelter dan fasilitas HPAL yang masif, Indonesia digambarkan akan

By Zikri Habibi

Bukan Emas Dan Minyak, Tembaga Jadi Pemenang Tak Terduga di Tengah Perang AS–Iran?

Jalur laut yang biasanya membawa 20% minyak dunia kini mengalami gangguan signifikan. AS melakukan blokade, Iran mengancam AS menggunakan selat hormuz, perundingan damai di Pakistan berakhir tanpa hasil.

By Zikri Habibi

Kalau Jepang Naikkan Suku Bunga, Likuiditas Global Bakal Mengering?

Bank of Japan (BOJ) akan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 27-28 April 2026. Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga berada di kisaran 60–70%, didorong oleh inflasi yang

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Bursa Asia Dibuka Variatif, Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Baru

Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Senin (11/5/2026), di tengah lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang. Meski sentimen global cenderung hati-hati, indeks Korea Selatan, Kospi, justru mencatat rekor tertinggi baru. Pada pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,42% ke 62.978,53. Indeks Hang Seng

Harga Minyak Naik Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. Penolakan tersebut memupus harapan pasar bahwa konflik segera mereda dan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu dekat. Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (11/5/2026), Trump menyebut respons Teheran terhadap

Trump dan Xi Jinping Bakal Bertemu Pekan Ini, Bahas Apa?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Beijing pada 14–15 Mei 2026. Pertemuan ini dipandang sangat penting karena berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perang Iran, serta dinamika persaingan ekonomi dan teknologi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026), sementara pembicaraan resmi

Ini Agenda yang Harus Dipantau di Pekan Ini!

Pekan ini menjadi salah satu periode terpenting bagi pasar keuangan global. Investor akan memantau kombinasi data inflasi, transisi kepemimpinan Federal Reserve System, review indeks MSCI, serta pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Secara keseluruhan, pasar menghadapi tiga tema besar: arah suku bunga global, ketegangan geopolitik, dan pergerakan arus modal asing ke emerging markets seperti

Trump Tolak Proposal Perdamaian Iran, Perang Tak Jadi Berakhir?

Harapan pasar terhadap berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memudar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak proposal balasan yang diajukan Teheran pada Minggu (10/5/2026). Penolakan ini menandakan negosiasi masih menemui jalan buntu dan meningkatkan risiko bahwa perang yang telah berlangsung selama hampir 10 minggu akan terus berlanjut, dengan implikasi besar terhadap harga energi, inflasi global,

IHSG Tiba-tiba Anjlok Hampir 3%, Ada Apa Ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak terjun bebas pada sesi II perdagangan hari Jumat (8/5/2026), dengan turun 2.44% ke level 6.999 pada pukul 15.50 WIB. Tiga faktor yang menekan pasar sore ini: kabar hantavirus yang kini sudah menyentuh Singapura memicu kepanikan investor, kabar rencana kenaikan royalti minerba, dan deretan agenda global pekan depan membuat investor memilih untuk tidak mengambil resiko.

Purbaya Bebaskan Pajak Restrukturisasi dan Akuisisi BUMN hingga 2029

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui pemberian insentif berupa pembebasan pajak atas transaksi restrukturisasi dan aksi korporasi BUMN hingga 2029. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi dan konsolidasi perusahaan pelat merah untuk memperkuat struktur bisnis dan efisiensi operasional. Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjelaskan bahwa fasilitas tersebut mencakup berbagai aksi korporasi seperti merger, likuidasi, investasi, hingga

Negosiasi Buntu, Uni Eropa Terancam Sanksi Tarif Baru dari Trump

Negosiasi perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu setelah pertemuan terbaru di Brussels tidak menghasilkan kesepakatan konkret, meski tekanan dari Presiden Donald Trump untuk segera merampungkan pakta dagang transatlantik semakin meningkat. Kegagalan ini memperpanjang ketidakpastian yang telah berlangsung sejak kesepakatan awal disepakati pada Juli tahun lalu. Dalam pertemuan yang melibatkan perwakilan Parlemen Eropa dan negara

Pengadilan AS Putuskan Tarif Global 10% Trump Tidak Sah

Pengadilan Perdagangan Internasional Amerika Serikat pada Kamis (7/5/2026) memutuskan bahwa kebijakan tarif global 10% yang diberlakukan Presiden Donald Trump tidak sah secara hukum. Putusan ini menyatakan bahwa penggunaan dasar hukum dari Trade Act 1974 tidak tepat untuk membenarkan penerapan tarif menyeluruh tersebut, sehingga kebijakan dianggap melampaui kewenangan eksekutif. Putusan tersebut keluar dengan komposisi 2 hakim mendukung pembatalan dan 1 hakim

Jaga Rupiah dari Tekanan Dolar AS, Pemerintah Bakal Terbitkan Panda Bonds

Pemerintah berencana menerbitkan surat utang global berdenominasi renminbi (RMB) atau Panda Bonds pada bulan depan sebagai langkah diversifikasi pembiayaan di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat melemah ke kisaran Rp17.400 per dolar AS. Instrumen ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan terhadap dolar AS sekaligus memperluas akses ke pasar keuangan Tiongkok yang memiliki likuiditas besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi