Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Patriot Bond dan Merah Putih Bond: Jadi Pintu Cuci Uang?

Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, berlanjutnya capital outflow dari pasar keuangan domestik, peringatan MSCI terkait status Emerging Market, serta meningkatnya perhatian investor terhadap kepastian regulasi dan

By Aurelia

BI Sudah Naikkan Suku Bunga 100 Bps, Harga Obligasi Sudah Murah?

Dalam waktu kurang dari satu bulan, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). Dimulai dari kenaikan 50 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG)

By Aurelia

Rupiah Sudah Tembus Rp 17.900, Apakah Indonesia Masih Baik-baik Saja?

Pada 28 Mei 2026, Rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.906 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB sebelum akhirnya ditutup di Rp17.845 per dolar AS. Dibandingkan posisi

By Aurelia
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Siap-siap, Bursa Bakal Hapus Batas Saham Gocap Mulai Akhir September

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menghapus batas harga minimum saham Rp50 per lembar. Kebijakan tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara live pada minggu ketiga atau keempat September 2026, setelah seluruh anggota bursa dinilai siap menjalankan sistem perdagangan dengan ketentuan harga baru. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, persiapan implementasi saat ini terus dilakukan untuk memastikan perubahan berjalan lancar. BEI telah dua

Asing Banyak Borong Saham Bank Besar, Ada Apa?

Investor asing kembali menunjukkan minat kuat terhadap pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp2,03 triliun, dengan saham perbankan menjadi salah satu target utama. Aksi beli tersebut berlangsung bersamaan dengan penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,14% atau 74,46 poin ke level 6.599,94. Derasnya aliran dana asing

Neraca Dagang Surplus, Tapi Ekonom Sebut Masih Rentan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia kembali membukukan surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026. Capaian tersebut relatif sesuai dengan perkiraan konsensus ekonom dan analis yang sebelumnya memperkirakan neraca perdagangan berada di sekitar titik impas, setelah mencatat defisit dalam dua bulan sebelumnya. Meski kembali surplus, ekonom menilai kinerja perdagangan Indonesia masih perlu dicermati karena pertumbuhan impor yang

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Tembus US$95!

Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada perdagangan Selasa waktu setempat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang. Eskalasi terbaru meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, terutama akibat rendahnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz. Mengutip Investing.com, Rabu (2/9/2026), kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 5% menjadi US$95,05 per barel. Sementara itu,

Yield Obligasi Global Naik Tajam, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Pasar obligasi global kembali berada di bawah tekanan setelah kenaikan harga minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pasar Indonesia karena kenaikan yield global dapat meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan pasar Surat Berharga Negara (SBN). Yield Obligasi Global Kembali Naik Yield

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

Data yang dirilis BPS hari ini (1 September 2026) untuk periode Juli 2026 mengirim sinyal yang beragam. Inflasi kembali meningkat dan melampaui ekspektasi pasar. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia berhasil berbalik mencatatkan surplus setelah sebelumnya mengalami defisit. Actual Previous Consensus Neraca Dagang $0.13B $-0.45B $-0.3B Exports 6.05% 8.84% 3.4% Imports 27.02% 34.27% 24.1% Inflasi YoY 3.19% 2.88% 3.13% Inflasi

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

Kinerja sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami tekanan pada Agustus 2026. Kondisi tersebut tercermin dari S&P Global Indonesia Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) yang turun ke level 49,8, dari 50,2 pada Juli 2026. Penurunan ke bawah level 50,0 menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona kontraksi setelah sempat mencatatkan ekspansi tipis pada bulan sebelumnya. Output dan Tenaga Kerja Kembali Menurun S&P

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Harga minyak mentah kembali melanjutkan kenaikan setelah melonjak paling besar dalam tiga pekan pada perdagangan Senin (31/8/2026). Kenaikan dipicu kembali pecahnya permusuhan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan berkepanjangan pada arus energi melalui Selat Hormuz. Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2026 naik 0,6% menjadi US$86,25 per barel pada pukul 06.03 waktu

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mendorong Jepang untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebagai langkah berikutnya dalam menghadapi pelemahan nilai tukar yen. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di North Carolina. Menurut laporan NHK yang mengutip seorang

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Selasa (1/9/2026) pukul 00.00 WIB. Kenaikan harga berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Green 95, serta Biosolar tidak mengalami perubahan. Kenaikan terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang naik Rp4.050 per liter menjadi Rp25.200 per liter. Sementara itu, harga Dexlite