[Medan | 13 Februari 2026] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan tidak akan ada perusahaan BUMN yang melantai di bursa pada 2026. Keputusan ini diambil karena pemerintah memilih memprioritaskan proses restrukturisasi dan konsolidasi agar kinerja serta struktur bisnis BUMN lebih solid sebelum masuk ke pasar modal.
Evaluasi Dampak Konsolidasi
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menjelaskan, hasil konsolidasi masih perlu dievaluasi untuk melihat dampak nyatanya terhadap fundamental perusahaan. Selain itu, Danantara juga tengah mendefinisikan ulang arah strategis BUMN, termasuk menentukan entitas mana yang akan go public dan mana yang justru akan ditarik menjadi perusahaan privat (go private).
IPO Baru Dibuka 2027
Menurut Dony, peluang IPO BUMN baru akan terbuka mulai 2027, setelah arah bisnis perusahaan hasil konsolidasi benar-benar jelas dan siap ditawarkan ke publik. IPO ke depan diharapkan tidak sekadar menjadi aksi korporasi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat sebagai pemegang saham.
Perampingan Besar-besaran BUMN
Danantara saat ini menargetkan perombakan struktur BUMN secara signifikan dengan memangkas jumlah anak dan cucu usaha dari sekitar 1.043 entitas menjadi kurang lebih 300 entitas. Restrukturisasi ini akan berdampak ke seluruh BUMN tanpa terkecuali dan menjadi fondasi utama sebelum langkah korporasi lanjutan, termasuk IPO, dijalankan.
Implikasi ke Pasar
Absennya IPO BUMN pada 2026 mengurangi suplai saham besar (big caps) baru di pasar modal, namun di sisi lain memberi sinyal bahwa pemerintah ingin meningkatkan kualitas emiten terlebih dahulu sebelum dilepas ke publik.

