[Medan | 21 Januari 2026] PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau right issue. Perusahaan menargetkan menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru, setara dengan 203,11% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat ini. Right issue ini akan menggunakan saham portepel dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Tujuan Right Issue
Manajemen BUVA menyebutkan bahwa right issue dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dana hasil penerbitan saham baru setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau pembayaran kewajiban perusahaan dan anak usaha. Rincian penggunaan dana secara final akan dipaparkan dalam prospektus yang akan diterbitkan nanti.
Risiko Dilusi Kepemilikan
Rencana right issue ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Persentase dilusi maksimum diperkirakan mencapai 67,01% dari kepemilikan saham awal. Dengan kata lain, jika pemegang saham tidak ikut dalam rights issue, porsi kepemilikan mereka bisa tergerus signifikan.
Proses dan Waktu Pelaksanaan
Right issue BUVA masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 26 Februari 2026. Setelah mendapat persetujuan, perusahaan akan mengajukan pernyataan pendaftaran dan memiliki waktu maksimal 12 bulan sampai pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif sesuai ketentuan POJK No. 32/2015.

