[Medan | 1 Januari 2026] Saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan pasar setelah sejumlah manajer investasi global terkemuka terpantau aktif melakukan akumulasi sepanjang Januari 2026. Data kepemilikan Bloomberg menunjukkan minat kuat investor institusional asing terhadap emiten Grup Barito, mulai dari sektor petrokimia hingga energi terbarukan.
BlackRock Inc. tercatat menambah kepemilikan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebanyak 1.076.643 saham. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan BlackRock di TPIA meningkat menjadi 243.861.788 saham atau setara 0,28% dari total saham beredar.
Selain TPIA, BlackRock juga aktif mengoleksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Pada periode yang sama, perusahaan investasi terbesar di dunia itu membeli 656.453 saham BREN, sehingga total kepemilikannya mencapai 275.956.335 saham atau sekitar 0,21% dari saham beredar.
Minat terhadap BREN tidak hanya datang dari BlackRock. Dimensional Fund Advisors LP, manajer investasi asal Amerika Serikat lainnya, juga terpantau menambah 4.734.308 saham BREN sepanjang Januari. Dengan tambahan tersebut, kepemilikan Dimensional di BREN kini mencapai 27.927.700 saham.
Aksi akumulasi juga dilakukan JPMorgan Chase & Co. di sejumlah saham Grup Barito. Berdasarkan data Bloomberg, JPMorgan membeli 419.200 saham TPIA, sehingga total kepemilikannya naik menjadi 807.000 saham. JPMorgan juga menambah 1.347.900 saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dengan total kepemilikan kini mencapai 2.400.300 saham.
Tak hanya itu, JPMorgan turut mengoleksi saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 1.763.900 saham, menjadikan total kepemilikannya di CUAN sebesar 1.785.900 saham. Di saham yang sama, Dimensional Fund juga melakukan pembelian 1.269.439 saham, dengan total kepemilikan meningkat signifikan menjadi 124.268.671 saham.
Masuknya kembali investor institusional global ke saham-saham Prajogo Pangestu memberi sinyal awal perbaikan sentimen, terutama setelah tekanan harga yang cukup dalam pada akhir 2025. Akumulasi ini mencerminkan pandangan jangka menengah hingga panjang terhadap fundamental grup usaha tersebut, khususnya di sektor energi, petrokimia, dan sumber daya alam yang dinilai masih memiliki prospek strategis di tengah transisi energi dan pemulihan ekonomi global.

