[Medan | 28 Januari 2026] PT Elnusa Tbk. (ELSA) mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi migas di Indonesia bagian timur pada awal 2026 melalui investasi pada teknologi seismik generasi terbaru. Langkah ini dilakukan untuk mendukung percepatan eksekusi proyek eksplorasi sejak awal tahun.
Penguatan teknologi seismik dilakukan guna memastikan kualitas data yang optimal, meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek, serta menjaga standar keselamatan dan keandalan operasional. Pendekatan teknologi yang lebih fleksibel dan adaptif dinilai penting mengingat karakteristik kawasan Indonesia timur yang memiliki keragaman struktur geologi, kondisi medan yang menantang, serta keterbatasan akses di sejumlah wilayah kerja.
Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas, investasi strategis dilakukan dalam perancangan dan pelaksanaan survei, sehingga memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya, baik untuk survei seismik 2D maupun 3D. Pemanfaatan teknologi seismik nodal diarahkan untuk menjawab tantangan operasional di kawasan tersebut.
Melalui penerapan teknologi tersebut, peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional diharapkan dapat tercapai. Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data juga diharapkan mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Ke depan, teknologi dan inovasi terus ditempatkan sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi, guna meningkatkan daya saing dan adaptabilitas perusahaan dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi migas nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III/2025 Elnusa membukukan laba bersih sebesar Rp525 miliar, turun 4,5% secara tahunan. Namun, pendapatan tercatat mencapai Rp10,5 triliun atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen penjualan barang dan jasa distribusi serta logistik energi yang menyumbang 58% dari total pendapatan. Segmen jasa hulu migas terintegrasi berkontribusi 31%, didukung proyek-proyek eksplorasi dan produksi di berbagai wilayah kerja, sementara segmen jasa penunjang migas memberikan kontribusi sebesar 11%.

