[Medan | 26 Februari 2025] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (25/2/2025), dengan ditutup melemah 2,41% ke posisi 6.587.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa koreksi IHSG sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia. Selain itu, tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terkait perang dagang, setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kenaikan tarif perdagangan terhadap Kanada dan Meksiko tetap akan diberlakukan.
Aksi jual bersih (net sell) dari investor asing masih berlanjut, diperburuk oleh penurunan peringkat MSCI Indonesia oleh sejumlah broker asing. Pada hari sebelumnya, arus modal keluar (outflow) mencapai Rp3,5 triliun. Morgan Stanley juga menurunkan peringkat saham MSCI Indonesia dari ‘equal weight’ menjadi ‘underweight’, yang semakin menekan sentimen pasar.
Sementara itu, peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih dicermati oleh investor, yang memilih bersikap wait and see terhadap implementasi skema investasi lembaga tersebut. Ke depan, Herditya memperkirakan IHSG masih rentan mengalami koreksi lebih lanjut, dengan level support di 6.531 dan resistance di 6.679.