[Medan | 7 Maret 2025] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat kenaikan pada akhir perdagangan Kamis (6/3/2025), menguat 1,48% ke level 6.628.
Dari seluruh sektor, hanya sektor konsumer primer yang mengalami penurunan sebesar 0,31%. Sementara itu, sektor dengan kenaikan tertinggi meliputi utilitas (3,33%), properti (2,73%), kesehatan (2,44%), teknologi (2,41%), dan bahan baku (2,09%).
Penguatan IHSG terjadi seiring respons positif pelaku pasar terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) yang menunda kebijakan tarif terhadap negara mitra dagangnya. Gedung Putih mengumumkan bahwa tarif mobil untuk Meksiko dan Kanada akan ditunda selama satu bulan.
Di sisi lain, rilis data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi AS. Laporan ADP Employment Report mengungkapkan bahwa sektor swasta AS hanya menambah 77.000 tenaga kerja pada Februari 2025, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 140.000 dan lebih rendah dibandingkan penambahan 186.000 pekerja pada Januari 2025.
Data ini menambah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS, terutama setelah serangkaian laporan sebelumnya menunjukkan pelemahan pada belanja konsumen, penjualan ritel, sektor manufaktur, serta belanja konstruksi. Aktivitas di pasar perumahan pun masih lesu, yang semakin memperkuat proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I-2025.
Selain itu, sentimen positif lainnya berasal dari aksi buyback saham oleh sejumlah bank besar di Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah memulai buyback saham dengan alokasi dana sebesar Rp3 triliun.
Tak hanya BRI, bank lain seperti Bank Negara Indonesia (BNI) juga berencana membeli kembali sahamnya dengan total dana mencapai Rp905 miliar atau setara 10% dari modal disetor. Sementara itu, Bank Mandiri turut merencanakan buyback senilai Rp1,17 triliun, meskipun masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.