[Medan | 28 Januari 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam hingga sekitar 6% pada perdagangan hari ini, mencerminkan tekanan jual yang meluas di pasar saham domestik meski belum memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Pemicu Utama: Keputusan MSCI
Tekanan pasar dipicu oleh pengumuman MSCI Global Standard Indexes yang menerapkan pembekuan sementara terhadap sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia. MSCI menilai masih terdapat permasalahan mendasar terkait transparansi struktur kepemilikan saham (free float) dan kualitas data investabilitas.
Apa yang Dibekukan oleh MSCI?
MSCI menilai masih ada masalah transparansi di pasar saham Indonesia, khususnya soal siapa pemilik saham yang sebenarnya dan berapa saham yang benar-benar bisa diperdagangkan bebas di pasar.
Karena itu, MSCI memutuskan untuk:
– Menunda penambahan saham Indonesia ke indeks global mereka
– Tidak menaikkan porsi saham Indonesia di indeks
– Menahan “kenaikan kelas” saham-saham Indonesia di indeks MSCI
Singkatnya, saham Indonesia untuk sementara “dikunci” posisinya di indeks global.
Kenapa Ini Bikin IHSG Jatuh?
Banyak dana asing berinvestasi di saham Indonesia dengan mengikuti indeks MSCI. Kalau peluang saham Indonesia untuk naik porsi di indeks dibatasi, maka:
– Dana asing baru bisa tertahan
– Sebagian investor memilih mengurangi kepemilikan lebih dulu
– Tekanan jual pun meningkat
Itulah yang membuat harga saham turun secara bersamaan.
Risiko Lebih Lanjut ke Depan
MSCI juga menyatakan bahwa jika perbaikan transparansi tidak tercapai hingga Mei 2026, Indonesia berisiko:
– Mengalami penurunan bobot di MSCI Emerging Markets Index
– Menghadapi potensi reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market
Pernyataan ini memperbesar ketidakpastian pasar dan menambah tekanan terhadap IHSG.
Fokus Pasar Selanjutnya
Pelaku pasar akan mencermati langkah otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, dalam meningkatkan transparansi kepemilikan saham serta kualitas data free float guna memulihkan kepercayaan investor.
Image source: AP/ insight.kontan.co.id

