[Medan | 6 Februari 2026] PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun sepanjang 2025, tumbuh 0,93% secara tahunan dan melampaui konsensus analis Bloomberg yang berada di kisaran Rp51,3 triliun. Capaian ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai bank dengan profit terbesar di Indonesia, sekaligus mencerminkan kinerja yang solid di tengah dinamika suku bunga dan perlambatan pertumbuhan industri perbankan.
Secara fundamental, kinerja Bank Mandiri pada 2025 ditopang oleh likuiditas yang kuat dan kualitas aset yang terjaga. Penyaluran kredit tumbuh 13,4% secara tahunan menjadi Rp1.895 triliun, sementara dana pihak ketiga melonjak 23,9% menjadi Rp2.106 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat rendah di level 0,96%, dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,4%, mencerminkan ruang ekspansi yang masih luas serta ketahanan neraca yang solid.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri mencatatkan net interest margin (NIM) sebesar 5,15% dengan pendapatan bunga bersih mencapai Rp48,5 triliun, tumbuh 4,38% secara tahunan. Pendapatan non-bunga juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 14,5%, mengindikasikan perbaikan kontribusi fee-based income. Namun, pertumbuhan laba yang relatif terbatas mengindikasikan bahwa 2025 lebih merupakan fase konsolidasi kinerja, bukan periode akselerasi profit yang agresif.
Bagi pasar saham, kinerja ini dinilai positif namun cenderung bersifat defensif. Laba yang melampaui ekspektasi mendukung sentimen jangka pendek, tetapi terbatasnya pertumbuhan laba berpotensi membatasi ruang reli yang signifikan. Ke depan, pergerakan saham BMRI akan sangat bergantung pada arah kebijakan suku bunga, kemampuan menekan biaya dana, serta keberlanjutan pertumbuhan pendapatan non-bunga. Dalam konteks tersebut, saham BMRI masih dipandang menarik sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang dengan profil risiko yang relatif rendah.

