[Medan | 26 Februari 2025] PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya ini akan menggelar penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 612,66 juta saham atau setara dengan 15% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Adapun pada masa bookbuildingnya yang berlangsung pada 25 – 27 Februari 2025, MINE memasang harga saham perdana di kisaran Rp 200 hingga Rp 216 per saham. Dengan begitu, MINE berpotensi memperoleh dana hingga Rp 132,33 miliar.
Nantinya, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 48% atau Rp 63,21 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex), khususnya pembelian alat berat guna mendukung kegiatan operasional. Selanjutnya, sekitar 11% atau Rp 14 miliar akan dialokasikan untuk membeli aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sinjo Jefry Sumendap, yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama serta Pemegang Saham Pengendali MINE. Sisa dana akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perusahaan.
Saat ini, kepemilikan saham MINE didominasi oleh PT Mitra Berkarya Sukses Selalu sebesar 95,05% dan Sinjo Jefry Sumendap sebesar 4,95%. Pasca-IPO, kepemilikan Mitra Berkarya akan terdilusi menjadi 80,79%, sementara kepemilikan Sinjo Jefry turun menjadi 4,21%, dengan publik menguasai 15% saham.
Sementara itu, yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dengan jadwal IPO sebagai berikut:
– Masa Penawaran Awal: 25 Februari – 27 Februari 2025
– Perkiraan Tanggal Efektif: 28 Februari 2025
– Perkiraan Masa Penawaran Umum: 4 Maret – 6 Maret 2025
– Perkiraan Tanggal Penjatahan: 6 Maret 2025
– Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 7 Maret 2025
– Perkiraan Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia: 10 Maret 2025.