[Medan | 10 Februari 2026] PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana masuk ke bisnis batubara melalui akuisisi strategis sebesar 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP), menyusul masuknya pemegang saham pengendali baru. Langkah ini menandai perubahan arah bisnis MEJA dengan ekspansi ke sektor energi berbasis komoditas.
Skema Akuisisi Tanpa Bebani Kas
Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto menjelaskan rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat yang ditandatangani pada 22 Desember 2025. Akuisisi akan dilakukan tanpa penggunaan kas Perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau skema lain yang tidak membebani likuiditas MEJA. Untuk merealisasikan transaksi ini, MEJA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan penambahan modal.
Peran Pengendali Baru dan Rencana Operasi
PT Triple Berkah Bersama (Triple B) selaku pengendali baru MEJA berencana mulai mengoperasikan tambang TCP pada 2026 sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Direktur Triple B, Noprian Fadli, menyampaikan TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk mengelola operasi penambangan di wilayah Tungkal LIR, Sumatera Selatan.
Target Produksi dan Pembeli Siaga
Produksi batubara TCP pada 2026 ditargetkan mencapai 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. ditetapkan sebagai pembeli siaga. Volume produksi direncanakan meningkat secara bertahap sebesar 500 ribu ton per tahun hingga 2031, seiring pengembangan kapasitas tambang.
Kualitas Aset dan Potensi Jangka Panjang
Tambang TCP diklaim sebagai aset batubara skala besar dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Karakteristik seam yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung kelangsungan operasi jangka panjang.
Estimasi Cadangan dan Potensi Profitabilitas
Berdasarkan laporan JORC yang disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton. Dengan estimasi laba sebelum pajak di kisaran US$7–US$10 per ton, rencana produksi TCP berpotensi menjadi sumber pendapatan signifikan bagi MEJA dalam beberapa tahun ke depan.

