[Medan | 26 Februari 2025] Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari equal-weight (EW) menjadi underweight (UW).
Dalam laporan terbarunya, MSCI menyatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang melemah serta tekanan terhadap profitabilitas perusahaan di sektor siklikal.
Morgan Stanley menyoroti tren return on equity (ROE) yang kini lebih menguntungkan China dibanding Indonesia. Analis mencatat bahwa ROE saham-saham di China mulai mengalami pemulihan, didukung oleh peningkatan efisiensi neraca keuangan dan perbaikan operasional di sektor-sektor utama dalam indeks.
Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang melambat di Indonesia memberikan tekanan pada sektor siklikal domestik. Tim analis Morgan Stanley tetap berhati-hati terhadap potensi pemulihan dalam waktu dekat dan lebih memilih eksposur ke pasar lain di Asia.
Selain aspek fundamental, faktor valuasi juga berperan dalam penurunan peringkat ini. Morgan Stanley menilai bahwa valuasi saham China kini lebih menarik dibanding Indonesia, terutama setelah pemerintah China menunjukkan kebijakan yang lebih mendukung sektor swasta.
Namun, risiko di pasar China tetap menjadi perhatian, terutama terkait ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Morgan Stanley mencermati evaluasi kebijakan dagang “America First” yang dijadwalkan pada 1 April serta potensi pembatasan ekspor yang dapat mempengaruhi sentimen investor global.
Seiring dengan perubahan peringkat ini, Morgan Stanley menetapkan target indeks MSCI Emerging Markets (MSCI EM) di 1.200, dengan potensi kenaikan sekitar 5%. Sementara itu, target indeks Hang Seng untuk Desember 2025 dipatok pada 24.000 poin, dan MSCI China di 77, yang mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 49% dari level saat ini.