[Medan | 2 Maret 2026] Arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh meletusnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. IHSG Jumat lalu ditutup stabil di 8.235,48, namun analis menilai sentimen negatif jangka pendek terbuka akibat eskalasi geopolitik dan potensi lonjakan harga minyak dunia.
Reza Diofanda, analis BRI Danareksa Sekuritas, menekankan bahwa risiko panic selling besar relatif terbatas kecuali terjadi gangguan serius pada pasokan energi global. IHSG yang didominasi saham berbasis komoditas justru dapat tertekan lebih ringan, karena kenaikan harga minyak dan emas cenderung menopang saham energi dan pertambangan.
Secara teknikal, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas Mayang Anggita menyoroti IHSG sedang menghadapi support di level 8.214 dan pola Hammer yang berpotensi memicu rebound ke resistance 8.433–8.437. Support tambahan berada di 8.094 hingga level psikologis 8.000. Investor dianjurkan melakukan short-term trading untuk memanfaatkan volatilitas pasar.
Sektor migas dan emas diperkirakan menjadi perhatian utama. Saham-saham yang bisa dicermati termasuk MEDC, ELSA, AKRA, PGAS, RAJA di sektor energi, serta MDKA, ANTM, PSAB, dan ARCI di sektor pertambangan emas. Reza memproyeksi IHSG akan bergerak dengan support di area 8.100–8.150 pada awal sesi; jika level ini bertahan, peluang technical rebound tetap terbuka, sementara resistance berada di kisaran 8.350–8.400.
Secara keseluruhan, IHSG berpotensi bergerak volatil dan menguji support awal pekan ini, dengan risiko meningkatnya tekanan global tetap ada namun belum mengubah tren jangka menengah secara signifikan.

