IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

PGEO Mulai Garap Project Hidrogen Hijau

By Aurelia Tanu 4 hours ago Bisnis
Image source: AP/ idnfinancials.com
SHARE

[Medan | 13 Februari 2026] PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi memulai pilot project pengembangan hidrogen hijau di Ulubelu. Proyek ini menjadi bagian dari strategi PGEO mengembangkan produk turunan panas bumi di luar bisnis kelistrikan konvensional, sejalan dengan tren transisi energi dan penguatan portofolio energi hijau.

Skala Proyek Masih Uji Coba

PGEO mengalokasikan dana sekitar US$3 juta untuk proyek percontohan ini. Saat ini, proyek masih bersifat non-komersial dan difokuskan pada pengujian teknologi, aspek keselamatan operasional, serta pematangan model bisnis. Fasilitas hidrogen hijau tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026 dengan kapasitas produksi sekitar 80–100 kg per hari, menggunakan listrik berbasis panas bumi sebagai sumber energi utama.

Dampak Jangka Pendek Terbatas

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai karena masih berstatus pilot project, kontribusi finansial proyek hidrogen hijau terhadap kinerja PGEO pada 2026 diperkirakan belum signifikan. Namun demikian, proyek ini dinilai strategis sebagai fondasi diversifikasi pendapatan jangka panjang, khususnya dari segmen non-kelistrikan.

Tantangan Ekosistem dan Keekonomian

Risiko utama proyek hidrogen hijau terletak pada belum matangnya ekosistem hidrogen di Indonesia. Hingga saat ini, pasar domestik masih minim offtaker yang siap menyerap produksi hidrogen hijau. Selain itu, keekonomian proyek sangat bergantung pada insentif harga karbon, regulasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang masih berada pada tahap awal pengembangan.

Potensi Dampak Jangka Menengah

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai dampak yang lebih berarti dari proyek ini baru berpotensi terlihat mulai 2027, dengan asumsi pilot project berjalan sukses dan PGEO mampu menemukan skema komersialisasi yang menarik. Hidrogen hijau dinilai dapat menjadi sarana PGEO memaksimalkan pemanfaatan panas bumi untuk kebutuhan industri non-listrik.

Prospek Saham dan Rekomendasi

Secara keseluruhan, prospek PGEO dinilai tetap solid ditopang oleh kapasitas panas bumi terpasang yang optimal dan karakter pendapatan yang stabil (recurring income). Mirae Asset merekomendasikan add saham PGEO dengan target harga Rp1.305 per saham, sementara KISI merekomendasikan buy dengan target harga Rp1.250 per saham.

 

You Might Also Like

Bersih-bersih Dulu, Danantara Sebut Tak Ada IPO BUMN Tahun Ini

MEDC Resmi Ditunjuk Petronas Jadi Operator PSC Cendramas

Caplok 78,74% Saham, Nextier Datamate Center Jadi Pengendali Baru MGLV

Pertemuan Kedua BEI dan MSCI, IHSG Siap Ngegas Lagi?

EMAS Garap Transaksi Jumbo, Buat Apa?

TAGGED: PGEO hidrogen hijau, saham PGEO
Aurelia Tanu February 13, 2026 February 13, 2026
Previous Article Rusia Pertimbangkan Untuk Kembali Pakai Dolar AS
Next Article Bersih-bersih Dulu, Danantara Sebut Tak Ada IPO BUMN Tahun Ini
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?