IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Rebalancing MSCI Februari 2026: INDF Turun ke Small Cap, ACES dan CLEO Keluar

By Aurelia Tanu 2 hours ago Bisnis
Image source: AP/ idxchannel.com
SHARE

[Medan | 11 Februari 2026] Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala indeks untuk periode Maret 2026 pada Selasa malam (10/2). Perubahan ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan 27 Februari 2026 dan efektif mulai 2 Maret 2026.

Dalam rebalancing kali ini, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes dan diturunkan ke MSCI Small Cap Indexes. Dengan demikian, INDF tidak lagi masuk dalam kategori saham berkapitalisasi besar versi MSCI.

Perubahan di MSCI Small Cap

Selain penurunan INDF, MSCI juga mengeluarkan dua saham Indonesia dari indeks MSCI Small Cap, yakni PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Dengan keluarnya dua emiten tersebut, jumlah saham Indonesia di MSCI Small Cap kembali menyusut.

Pembekuan Evaluasi dan Perubahan Terbatas

Sebagai catatan, pada akhir Januari 2026 MSCI telah menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan indeks mulai rebalancing Februari 2026. MSCI membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta menangguhkan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard, guna memitigasi risiko turnover indeks dan persoalan kelayakan investasi.

Penyesuaian Free Float yang Lebih Ketat

Dalam pengumuman terpisah, MSCI menyatakan hanya akan menerapkan perubahan free float yang bersifat signifikan pada Index Review Februari 2026. Perubahan tersebut terbatas pada penyesuaian FIF atau Domestic Inclusion Factor (DIF) dengan perubahan absolut minimal 0,15, penurunan FIF/DIF di bawah ambang tertentu, atau penyesuaian akibat perubahan Foreign Ownership Limit (FOL).

Untuk sekuritas yang perubahan FIF/DIF-nya tidak diterapkan, MSCI juga tidak akan mengubah Number of Shares (NOS). Kebijakan ini bertujuan mengurangi potensi reverse turnover pada tinjauan indeks Mei 2026 seiring penerapan metodologi pembulatan free float yang lebih ketat.

Risiko Status Pasar Indonesia

Langkah MSCI ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian terhadap pasar saham Indonesia, khususnya terkait kualitas data free float, kepemilikan saham yang terkonsentrasi, serta potensi distorsi harga akibat pergerakan terkoordinasi. MSCI sebelumnya menilai masih terdapat “masalah mendasar terkait kelayakan investasi” di pasar Indonesia.

Apabila hingga Mei 2026 tidak terdapat kemajuan yang memadai dalam peningkatan transparansi dan struktur kepemilikan saham, MSCI membuka peluang untuk meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia. Risiko tersebut mencakup penurunan bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets Index hingga kemungkinan degradasi ke kategori frontier market.

Respons Regulator dan Pertemuan Lanjutan dengan MSCI

Menanggapi kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan akan kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan MSCI pada Rabu, 11 Februari 2026. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pertemuan ini akan membahas perkembangan proposal reformasi yang telah diajukan oleh Self Regulatory Organization (SRO) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengajukan sejumlah inisiatif, antara lain penyempurnaan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 28 subkategori, perluasan keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%, serta peningkatan minimum free float emiten dari 7,5% menjadi 15%. Selain itu, penguatan tata kelola perusahaan dan kualitas laporan keuangan juga menjadi fokus untuk memulihkan kepercayaan investor global.

 

You Might Also Like

EMAS Garap Transaksi Jumbo, Buat Apa?

Masuk Bisnis Data Center, INET Dirikan Anak Usaha Baru

BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Saham RLCO Bisa Tembus Rp 80.000

Direktur Utama Borong 1,07 Juta Saham SMDR, Ada Apa?

MEJA Mau Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa

TAGGED: Indeks MSCI, msci rebalancing
Aurelia Tanu February 11, 2026 February 11, 2026
Previous Article Dari MSCI, Moody’s, hingga FTSE, Apa Maksud Dibalik Semua Ini?
Next Article Masuk Bisnis Data Center, INET Dirikan Anak Usaha Baru
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?