[Medan | 8 Jan 2026] Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), emiten afiliasi Hashim Djojohadikusumo, mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Menjelang penutupan sesi, saham COIN terkoreksi 10,55% ke level Rp3.560, mencerminkan aksi jual yang cukup agresif di pasar.
Sepanjang perdagangan, sebanyak 100,68 juta saham COIN berpindah tangan dengan frekuensi 47.382 kali dan nilai transaksi mencapai Rp367 miliar. Data perdagangan menunjukkan tekanan jual mendominasi, dengan net sell tercatat sekitar Rp146,3 miliar. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif sehari sebelumnya, ketika saham COIN turun 1,97% disertai net sell asing sekitar Rp10,8 miliar.
Tekanan terhadap saham COIN muncul di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap rencana peresmian PT International Crypto Exchange (ICEX), yang disebut-sebut akan menjadi bursa kripto baru di Indonesia. Kehadiran ICEX diperkirakan akan memperketat persaingan di industri bursa aset kripto domestik, yang selama ini hanya diisi oleh PT Central Financial X (CFX), entitas yang terafiliasi dengan COIN.
ICEX berada di bawah pengelolaan PT Fortuna Integritas Mandiri dan dikabarkan mendapat dukungan dari pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam. Dalam pengumuman yang disampaikan melalui LinkedIn pada awal Januari 2026, Pang Xue Kai, mantan CEO Tokocrypto, resmi ditunjuk sebagai Presiden Direktur ICEX berdasarkan Keputusan OJK tertanggal 19 Desember 2025. ICEX menyatakan akan mengedepankan prinsip keterbukaan, transparansi, serta inovasi dalam pengembangan bursa kripto nasional.
Struktur manajemen ICEX turut diisi oleh sejumlah profesional berpengalaman. Rizky Indraprasto dipercaya sebagai Chief Financial Officer, sementara posisi Chief Technology Officer dijabat oleh Andrew Marchen. Susunan ini mencerminkan fokus ICEX pada penguatan tata kelola, infrastruktur teknologi, serta manajemen risiko.
Dalam pengembangannya, ICEX akan menitikberatkan pada pengembangan Real World Asset (RWA), layanan kustodian kripto, serta inisiatif stablecoin nasional. Bursa ini diproyeksikan menjadi penghubung antara investor global dengan ekosistem ekonomi digital Indonesia. Sebagai Self-Regulatory Organization (SRO), ICEX akan mengintegrasikan fungsi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu ekosistem untuk meningkatkan perlindungan aset, efisiensi penyelesaian transaksi, dan likuiditas pasar.
Sebelum munculnya ICEX, CFX merupakan satu-satunya bursa kripto domestik yang telah mengantongi izin operasional. Masuknya pemain baru dengan dukungan modal besar dan manajemen berpengalaman diperkirakan akan mendorong peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, serta standar tata kelola di industri aset digital.
Di sisi lain, posisi COIN sebelumnya mendapat sentimen positif setelah Arsari Group, perusahaan investasi multisektor milik Hashim Djojohadikusumo, resmi menjadi salah satu pemegang saham melalui PT Arsari Nusa Investama. Masuknya grup usaha besar tersebut memperkuat posisi COIN sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan industri aset digital nasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat dua bursa aset kripto baru yang tengah dalam proses evaluasi perizinan. Proses tersebut dilakukan secara bertahap, mencakup pemenuhan aspek administrasi, kelembagaan, hingga uji kelayakan pengurus, tanpa target waktu penerbitan izin yang ditetapkan.

