[Medan | 26 Februari 2025] Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Selasa (25/2/2025), dengan melemah 9,09% ke level Rp 1.150 per saham. Level ini menjadi yang terendah sepanjang tahun 2025 sekaligus titik terendah sejak 20 Agustus 2007.
Tidak ada faktor spesifik atau aksi korporasi yang secara langsung memicu penurunan ini selain tekanan jual dari investor. Sementara itu, UNVR telah menyiapkan strategi untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan produk di pasar menjelang Ramadan 2025.
Corporate Secretary Unilever Indonesia, Padwestiana Kristianti, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga pasokan agar tidak terjadi kekosongan selama periode ini, terutama dengan adanya pembatasan pengiriman sebelum Ramadan, seperti larangan operasional truk.
Namun, Padwestiana tidak merinci target penjualan yang dibidik selama Ramadan. Ia hanya menekankan bahwa periode ini biasanya mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, terutama pada produk makanan dan minuman. Peningkatan aktivitas memasak serta acara kebersamaan diperkirakan akan mendongkrak permintaan. Sebaliknya, untuk kategori personal care dan beauty, permintaan cenderung stabil tanpa perubahan signifikan.
Menurut Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto, momentum Ramadan belum tentu memberikan dampak signifikan terhadap penjualan Unilever. Secara historis, emiten sektor consumer goods cenderung tidak mengalami lonjakan penjualan yang besar selama Ramadan. Selain itu, sentimen negatif akibat dikeluarkannya UNVR dari MSCI Global Standard Index dapat semakin menekan pergerakan sahamnya.