[Medan | 7 Februari 2025] Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) semakin tertekan dan mencatatkan harga terendahnya. Pada perdagangan Kamis (6/2/2025), saham UNVR turun 2,24% ke level Rp1.530.
Dalam sebulan terakhir, saham UNVR telah melemah 12,32% atau turun 215 poin. Sementara itu, secara year-to-date (YTD), saham ini sudah terkoreksi 16,62% atau turun 305 poin. Saat ini, harga saham UNVR berada di level terendah sejak 2009, ketika pada 30 Januari 2009 tercatat Rp1.580. Sebagai perbandingan, saham UNVR pernah mencapai puncaknya pada 2 Februari 2018 dengan harga Rp11.005.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebutkan bahwa saham UNVR masih dalam tren penurunan karena belum ada katalis positif yang mampu mendorong harga sahamnya naik. Sebagai strategi, Unilever Indonesia telah melepas lini bisnis es krim guna mengurangi beban operasional.
Namun, kinerja pendapatan dan laba perusahaan masih di bawah ekspektasi, sehingga prospek ke depan akan sangat bergantung pada laporan keuangan kuartal pertama 2025. Nafan menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) guna memperbaiki fundamental bisnis Unilever Indonesia.
Lebih lanjut, ia optimistis bahwa kondisi perusahaan dapat membaik, terutama dengan berkurangnya sentimen negatif akibat boikot produk Unilever. Dengan adanya gencatan senjata permanen antara Israel dan Hamas, isu boikot diharapkan mulai mereda. Namun, investor masih menunggu bukti konkret dari perbaikan kinerja fundamental sebelum kembali masuk ke saham UNVR.