[Medan | 25 Februari 2026] Pasar saham global mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah reli saham teknologi mendorong penguatan bursa Wall Street, meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi kecerdasan buatan (AI) yang sempat mengguncang pasar selama beberapa pekan terakhir. Sentimen positif tersebut menjalar ke Asia, membuka peluang penguatan lanjutan di pasar saham regional, termasuk Indonesia.
Reli Teknologi Angkat Wall Street
Saham-saham teknologi yang sebelumnya tertekan memimpin rebound di Amerika Serikat. Indeks Nasdaq 100 melonjak 1,1% seiring pemulihan saham perangkat lunak, sementara S&P 500 turut menguat menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang dinilai krusial bagi arah sektor AI ke depan. Sentimen juga didorong oleh kerja sama antara Advanced Micro Devices dan Meta Platforms, yang menambah optimisme terhadap keberlanjutan belanja teknologi.
Bursa Asia Ikut Menguat, Korea Selatan Jadi Sorotan
Penguatan Wall Street langsung tercermin di pembukaan pasar Asia. Bursa Jepang, Korea Selatan, dan Australia bergerak di zona hijau, mendorong MSCI Asia Pacific Index mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Korea Selatan tampil sebagai outperformer, dengan indeks Kospi sempat naik hingga 1,2% dan mencetak rekor baru. Secara year-to-date, Kospi telah melonjak sekitar 43%, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terbaik secara global.
AI Scare Mereda, Tapi Ujian Belum Usai
Pemulihan ini terjadi setelah pasar global dilanda fenomena AI scare trade, di mana kekhawatiran terhadap disrupsi teknologi AI memicu aksi jual lintas sektor, mulai dari software hingga jasa keuangan dan keamanan siber. Rebound Selasa lalu dipicu oleh pernyataan Anthropic yang menegaskan strategi kemitraan, bukan penggantian model bisnis eksisting, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak destruktif teknologi chatbot Claude.
Meski demikian, volatilitas dinilai belum sepenuhnya berakhir. Investor global masih mencermati risiko tarif dan geopolitik, serta laporan riset yang sebelumnya memperkuat kekhawatiran terhadap keberlanjutan euforia AI.
Pasar Keuangan Global Masih Selektif
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik tipis hampir satu basis poin ke 4,04%, sementara indeks dolar relatif stabil menjelang pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump. Harga emas memangkas sebagian pelemahan sebelumnya, sedangkan Bitcoin menuju kinerja bulanan terburuk sejak gejolak kripto pada Juni 2022. Di Asia, yen cenderung stabil setelah sebelumnya tertekan oleh kekhawatiran kebijakan moneter Jepang.
Fokus Pasar: Laporan Keuangan Nvidia
Perhatian utama pasar global kini tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang dirilis Rabu waktu setempat. Perusahaan chip tersebut berada di momen krusial, dengan investor menantikan bukti bahwa lonjakan belanja AI masih berlanjut. Untuk menjaga kepercayaan pasar, Nvidia dinilai perlu kembali mencetak kinerja di atas ekspektasi dan memberikan proyeksi yang melampaui konsensus Wall Street. Hasil laporan ini diperkirakan akan menjadi penentu apakah reli teknologi berlanjut atau justru memicu gelombang volatilitas baru.
IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Masih Rentan Koreksi
Sejalan dengan sentimen global yang membaik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (25/2). Analis menilai selama IHSG mampu bertahan di atas area kunci 8.170, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka. Dalam skenario optimistis, indeks berpotensi mengarah ke kisaran 8.440–8.503. Namun demikian, risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai, terutama jika IHSG kembali turun ke rentang 8.149–8.217.
Sementara itu, pandangan lain menyebutkan bahwa IHSG saat ini tengah memasuki fase konsolidasi atau koreksi terbatas sebelum kembali menguat lebih agresif. Setelah fase tersebut berakhir, indeks berpeluang melanjutkan tren kenaikan dengan target di atas level 8.527. Dengan kombinasi sentimen global yang lebih kondusif dan selektivitas investor, pergerakan IHSG ke depan diperkirakan tetap volatil, namun bias jangka pendek cenderung mengarah ke penguatan.

