[Medan | 10 Maret 2026] PT Solusi Sinergi Digital Tbk PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menjalin kemitraan strategis dengan Nokia Corporation untuk mengeksplorasi pengembangan teknologi jaringan 6G di Indonesia. Kolaborasi tersebut diumumkan melalui penandatanganan Strategic Partnership Agreement dalam ajang Mobile World Congress Barcelona 2026.
Kerja sama ini menjadi salah satu inisiatif eksplorasi 6G paling awal yang dipimpin industri di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam perkembangan global teknologi telekomunikasi generasi berikutnya.
Kerangka Kolaborasi Pengembangan 6G
Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa kemitraan strategis tersebut akan berlangsung selama satu tahun. Dalam periode tersebut, kedua perusahaan akan melakukan studi bersama, dialog teknologi, serta penilaian awal mengenai kelayakan implementasi jaringan 6G.
Melalui kolaborasi sejak tahap awal pengembangan teknologi ini, kedua pihak berharap Indonesia dapat tetap terlibat aktif dalam proses pembentukan arsitektur infrastruktur digital masa depan sekaligus memperkuat daya saing teknologi nasional dalam jangka panjang.
Dalam kesepakatan tersebut, SURGE dan Nokia akan mengeksplorasi sejumlah aspek utama teknologi jaringan generasi berikutnya. Fokus kajian meliputi arsitektur jaringan nirkabel generasi baru, strategi pemanfaatan spektrum untuk fixed broadband masa depan, konektivitas dengan kapasitas ultra-tinggi dan latensi ultra-rendah, hingga integrasi arsitektur jaringan cerdas.
Fondasi Infrastruktur untuk Era Physical AI
Meski standar global 6G masih dalam tahap pengembangan, kolaborasi awal antara pelaku industri dinilai penting untuk mengevaluasi berbagai model implementasi serta mengidentifikasi potensi layanan digital masa depan.
Teknologi 6G diperkirakan akan menjadi fondasi utama bagi era physical AI, yakni fase di mana sistem kecerdasan buatan dapat berinteraksi dan merespons dunia fisik secara real time.
Dengan dukungan latensi sangat rendah, kapasitas data yang jauh lebih besar, serta arsitektur komputasi terdistribusi, jaringan 6G berpotensi memungkinkan generasi baru aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang menggabungkan kemampuan komputasi cloud dengan edge computing secara simultan.
Model hybrid AI ini memungkinkan sistem kecerdasan buatan berskala besar di cloud tetap terintegrasi dengan proses pengambilan keputusan real time di sisi network edge.
Potensi Ekosistem Digital Baru
Kemampuan teknologi tersebut diperkirakan akan membuka berbagai peluang ekosistem digital baru, mulai dari robotika otonom dan otomasi industri, pengembangan infrastruktur smart city dan sistem transportasi cerdas, hingga lingkungan digital twin berskala besar dan platform komputasi spasial imersif.
Selain itu, teknologi 6G juga berpotensi mendukung pengembangan platform enterprise generasi berikutnya yang lebih terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Penguatan Infrastruktur Broadband Indonesia
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari strategi SURGE dalam memperluas pengembangan infrastruktur fixed broadband di Indonesia. Kesepakatan tersebut mencakup diskusi mengenai evolusi teknologi Fixed Wireless Access (FWA) serta integrasi advanced edge computing dalam arsitektur jaringan masa depan.
Dengan memadukan ekspansi jaringan fiber nasional yang dikembangkan SURGE dan keahlian teknologi jaringan global Nokia, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur broadband yang lebih skalabel, cerdas, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.
“Eksplorasi evolusi teknologi 6G merupakan langkah penting dalam mempersiapkan infrastruktur digital Indonesia untuk masa depan. Melalui kolaborasi dengan Nokia, kami ingin berkontribusi dalam pengembangan kapabilitas konektivitas generasi berikutnya yang dapat mendukung ekonomi digital Indonesia serta membuka peluang berbagai aplikasi berbasis AI di masa mendatang,” ujar Shannedy Ong.
Sementara itu, Regional Head of Asia Pacific Nokia, Andrew Cope, menyatakan bahwa keterlibatan industri sejak tahap awal sangat penting untuk membantu negara dan pemangku kepentingan mempersiapkan era baru konektivitas digital.
Memperkuat Posisi Indonesia dalam Inovasi Global
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain menempatkan Indonesia sebagai salah satu peserta awal dalam eksplorasi teknologi 6G global, mendorong pengembangan ekosistem infrastruktur digital berbasis AI, serta memperkuat kolaborasi antara perusahaan teknologi global dan penyedia infrastruktur digital domestik.
Langkah ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemajuan jangka panjang ekonomi digital Indonesia serta memastikan Indonesia tetap menjadi bagian dari siklus inovasi global yang membentuk generasi berikutnya dari infrastruktur digital.

