[Medan | 4 Maret 2026] Serangkaian gempa bumi tercatat terjadi di sekitar pangkalan militer rahasia Amerika Serikat di negara bagian Nevada. Dalam 24 jam terakhir, seismolog dari United States Geological Survey (USGS) mencatat sedikitnya 16 gempa dengan magnitudo di atas 2,5 di wilayah tersebut.
Secara kumulatif, dalam sepekan terakhir lebih dari 100 gempa terdeteksi dengan kekuatan berkisar antara 1,0 hingga di atas 3,0. Gempa-gempa tersebut terjadi di kawasan yang dikenal sebagai Area 52, wilayah yang secara historis pernah digunakan sebagai lokasi uji coba nuklir Amerika Serikat, seperti dilaporkan Antara, Selasa (3/3/2026).
Selama puluhan tahun, kawasan terpencil di gurun Nevada ini diyakini menjadi pusat pengujian pesawat eksperimental serta riset persenjataan strategis, termasuk senjata nuklir militer AS. Area 52 bersama Area 51 merupakan bagian dari kompleks pengujian militer luas yang berada di bawah kendali pemerintah Amerika Serikat.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa rangkaian gempa di sekitar bekas lokasi uji nuklir ini terjadi bertepatan dengan dimulainya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Keterkaitan waktu ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya aktivitas militer sensitif di kawasan tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini otoritas Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan dimulainya kembali uji coba nuklir atau aktivitas militer khusus di wilayah tersebut.
Sejumlah ahli menilai, tanpa adanya konfirmasi resmi, aktivitas seismik tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh proses geologi alami yang memang lazim terjadi di kawasan gurun Nevada.
Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa uji coba nuklir bawah tanah memiliki karakteristik gelombang seismik yang menyerupai gempa bumi alami, dan dalam beberapa kasus dapat memicu gempa susulan berskala kecil.

