[Medan | 28 Februari 2025] Laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap kuat pada akhir 2024, dengan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan awal. Menurut data Biro Analisis Ekonomi (BEA), produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,3% pada kuartal IV-2024, didorong oleh belanja konsumen yang meningkat 4,2%.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti naik 2,7%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,5%. Sementara itu, data PCE Januari yang akan dirilis diproyeksikan menunjukkan kenaikan 2,6% secara tahunan.
Meskipun ekonomi masih bertumbuh solid berkat belanja konsumen yang kuat, prospek ke depan lebih menantang. PDB AS diperkirakan hanya tumbuh 2,3% pada 2025, lebih rendah dari 2,8% pada 2024, akibat perlambatan pertumbuhan lapangan kerja yang menekan permintaan. Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed semakin meningkat seiring dengan inflasi yang tetap tinggi.
Di sisi lain, belanja pribadi yang disesuaikan dengan inflasi diperkirakan mencatatkan penurunan pertama dalam setahun setelah kuatnya musim belanja liburan. Sementara itu, investasi bisnis melemah dengan penurunan belanja peralatan sebesar 9% secara tahunan dan stagnasi pada investasi kekayaan intelektual.
Dengan kondisi ini, The Fed kemungkinan akan semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pemangkasan suku bunga, mengingat inflasi yang masih bertahan di atas target.