[Medan | 25 Maret 2025] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini memiliki jajaran kepengurusan yang solid untuk menjalankan visi dan misinya ke depan. Selain itu, Danantara juga telah merancang strategi investasi yang akan menjadi fokus utama dalam tahun pertamanya sejak resmi dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki beberapa fokus utama. Pertama, Danantara bertujuan menjadi agen pertumbuhan ekonomi. Kedua, lembaga ini ingin mendorong penciptaan lapangan kerja. Ketiga, Danantara akan mengelola risiko investasi dengan baik sebelum akhirnya mempertimbangkan return atau imbal hasil sebagai prioritas berikutnya.
Pandu juga menyebutkan bahwa Danantara telah mengidentifikasi beberapa sektor investasi yang dianggap memiliki prospek menjanjikan dan akan menjadi fokus utama pada tahun pertama operasionalnya. Sektor-sektor tersebut mencakup ketahanan pangan (food security), ketahanan energi (energy security), serta pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi hingga pemasarannya (downstreaming industry).
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa sumber pendanaan investasi Danantara berasal dari dividen yang dikumpulkan dari perusahaan BUMN yang tergabung dalam lembaga tersebut. Oleh karena itu, peran tim keuangan (treasury) sangat krusial dalam memastikan dana tersebut dikelola dan diinvestasikan dengan optimal dalam jangka panjang.
Dengan kepengurusan yang diisi oleh para tokoh berpengalaman, Danantara diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi negara, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
Namun, tantangan tetap ada, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga kesiapan industri dalam negeri dalam menyerap investasi yang masuk. Oleh karena itu, keberhasilan strategi investasi Danantara akan sangat bergantung pada eksekusi yang tepat serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.