[Medan | 12 Februari 2026] Pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan penguatan pada Januari 2026, memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Data Non-Farm Payrolls (NFP) mencatat penambahan 130.000 lapangan kerja, jauh melampaui kenaikan Desember yang direvisi turun menjadi 48.000, sekaligus berada di atas ekspektasi pasar sebesar 70.000. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak Desember 2024.
Sektor Kesehatan dan Konstruksi Jadi Motor Utama
Peningkatan lapangan kerja terutama ditopang sektor perawatan kesehatan yang menyerap 82.000 tenaga kerja baru, dengan kontribusi terbesar berasal dari layanan rawat jalan sebanyak 50.000 orang. Sektor bantuan sosial juga mencatat penambahan signifikan sebesar 42.000 lapangan kerja, disusul sektor konstruksi yang bertambah 33.000. Sementara itu, sektor manufaktur mencatat pertumbuhan moderat dengan tambahan 5.000 lapangan kerja.
Tekanan di Sektor Pemerintah dan Keuangan
Di sisi lain, sektor pemerintah federal mengalami penurunan 34.000 lapangan kerja, seiring keluarnya pegawai yang sebelumnya menerima tawaran pengunduran diri tertunda pada 2025. Sektor aktivitas keuangan juga kehilangan 22.000 lapangan kerja. Adapun sektor lain seperti pertambangan, perdagangan, transportasi, informasi, hingga jasa profesional cenderung mencatat perubahan yang relatif terbatas sepanjang bulan tersebut.
Tingkat Pengangguran Turun, Partisipasi Naik
Tingkat pengangguran AS pada Januari 2026 turun menjadi 4,3% dari 4,4% pada Desember, sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar. Jumlah pengangguran berkurang 141.000 orang menjadi 7,36 juta, sementara total lapangan kerja meningkat 528.000 menjadi 164,52 juta. Pada saat yang sama, angkatan kerja bertambah 387.000 menjadi 171,88 juta, mendorong tingkat partisipasi naik tipis menjadi 62,5%.
Implikasi ke Kebijakan The Fed
Penguatan pasar tenaga kerja ini semakin mempertegas ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih sabar dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret 2026 melonjak signifikan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang suku bunga ditahan naik menjadi 94,1%, dari sebelumnya 79,9% sehari sebelumnya.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa The Fed masih melihat ekonomi AS cukup solid, sehingga belum terdapat urgensi untuk kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat, terutama di tengah upaya menjaga inflasi tetap berada di jalur target.

