IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

OPEC+ Sepakat Naikkan Kuota Produksi 206.000 Barel per Hari

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ english.aawsat.com
SHARE

[Medan | 6 April 2026] Aliansi OPEC+ menyepakati kenaikan kuota produksi sebesar 206.000 barel per hari untuk Mei 2026. Namun, tambahan ini dinilai sangat terbatas dan belum mampu mengimbangi gangguan pasokan global yang jauh lebih besar. Di tengah konflik Timur Tengah, gangguan suplai diperkirakan mencapai 12–15 juta barel per hari atau sekitar 15% dari total pasokan dunia, sehingga kenaikan produksi kurang dari 2% ini lebih bersifat sinyal daripada solusi nyata.

Disrupsi Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci

Penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari menjadi penyebab utama terganggunya distribusi minyak global. Jalur ini merupakan choke point vital bagi ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak. Meski terdapat akses terbatas untuk beberapa negara, arus distribusi secara keseluruhan masih jauh dari normal, sehingga tekanan pada harga tetap tinggi.

Harga Minyak Tetap Tinggi, Risiko Naik Lebih Lanjut

Di tengah keterbatasan suplai, harga minyak telah melonjak mendekati US$120 per barel, bahkan berpotensi menembus US$150 jika gangguan berlanjut. Ancaman eskalasi dari Donald Trump terhadap Iran semakin memperbesar risk premium di pasar energi. Selain itu, kerusakan infrastruktur energi akibat konflik diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk pulih, memperpanjang periode ketatnya pasokan.

Sinyal Pasar: Supply Shock Masih Dominan

Keputusan OPEC+ menunjukkan bahwa pasar saat ini tidak menghadapi isu demand, melainkan supply shock yang serius. Bahkan jika produksi ditingkatkan, distribusi tetap menjadi bottleneck utama selama jalur pelayaran belum sepenuhnya terbuka. Artinya, harga minyak akan tetap volatil dan cenderung tinggi dalam jangka pendek.

 

 

You Might Also Like

Yield Obligasi Jepang Naik ke Level Tertinggi 27 Tahun, Apa Dampaknya?

Trump Ultimatum Iran, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 111 per Barel

Trump Ultimatum ke Iran: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam atau Infrastruktur Dihancurkan

Pidato Trump: AS Akan Hantam Iran ‘Dengan Sangat Keras’ Dalam 2-3 Minggu Kedepan

Trump Sinyalkan Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100 per Barel

TAGGED: harga minyak, OPEC+, produksi minyak
Aurelia Tanu April 6, 2026 April 6, 2026
Previous Article Yield Obligasi Jepang Naik ke Level Tertinggi 27 Tahun, Apa Dampaknya?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?