[Medan | 5 Februari 2025] China dan Kanada akan mengambil langkah balasan terhadap Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump menerapkan kebijakan tarifnya yang luas pada 4 Maret 2025 waktu AS.
China berencana mengenakan tarif sebesar 15% terhadap ekspor AS, serta memberlakukan bea masuk baru pada berbagai produk AS, termasuk ayam dan kapas, sebagai respons terhadap peningkatan tarif AS terhadap seluruh ekspor China. Kementerian Keuangan China juga mengumumkan bahwa kacang kedelai, daging sapi, dan buah-buahan akan dikenai tarif tambahan sebesar 10%.
Selain itu, Kementerian Perdagangan China akan memasukkan 10 perusahaan AS ke dalam daftar hitam, terutama yang bergerak di sektor pertahanan dan konstruksi. Dalam pernyataannya, kementerian tersebut mengecam langkah Trump, menegaskan niat untuk membalas, dan mendesak Washington agar kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga mengumumkan paket tarif balasan terhadap produk-produk AS, setelah Trump mengonfirmasi kelanjutan pungutan terhadap Kanada dan Meksiko.
Pada tahap pertama, Kanada akan menerapkan tarif 25% terhadap barang-barang AS senilai C$30 miliar (sekitar Rp340,11 triliun), yang akan mulai berlaku pada 4 Maret 2025 pukul 12.01 waktu New York, kecuali AS menurunkan tarifnya. Tahap kedua akan mencakup tarif serupa terhadap produk senilai C$125 miliar (sekitar Rp1.417,14 triliun) dalam tiga minggu berikutnya. Daftar barang yang dikenai tarif mencakup produk bernilai tinggi, seperti mobil, truk, baja, dan aluminium.