[Medan | 5 Februari 2026] Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat baru dalam jajaran Kabinet Merah Putih pada sore hari ini, Kamis (5/2/2026). Agenda reshuffle akan digelar setelah Presiden menyaksikan pengucapan sumpah Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Fokus Pengisian Jabatan Kosong
Salah satu posisi yang dipastikan akan diisi adalah Wakil Menteri Keuangan, yang sebelumnya kosong sejak Thomas Djiwandono resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 27 Januari 2026. Berdasarkan informasi yang beredar, mantan Deputi Gubernur BI Juda Agung menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pelantikan Wamenkeu akan dilakukan bersamaan dengan pengucapan sumpah Hakim MK, meski enggan menyebutkan nama pejabat yang akan dilantik. Ia menegaskan, reshuffle kali ini difokuskan pada pengisian jabatan yang memang kosong, bukan perombakan besar kabinet.
Tidak Mengubah Arah Kebijakan Ekonomi
Berbeda dengan reshuffle besar yang kerap memicu reaksi pasar, langkah Presiden Prabowo kali ini dinilai bersifat administratif. Posisi Wamenkeu yang akan diisi merupakan jabatan pendamping Menteri Keuangan, bukan pengambil keputusan utama arah fiskal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan, sehingga arah kebijakan fiskal, pengelolaan APBN, dan strategi pembiayaan negara diperkirakan tidak berubah. Bahkan, Purbaya sebelumnya mengonfirmasi bahwa Juda Agung merupakan kandidat kuat dan telah melakukan komunikasi langsung dengannya. Hal ini memperkuat persepsi bahwa pengisian Wamenkeu bersifat kelanjutan (continuity), bukan perubahan kebijakan.
Dampak ke IHSG: Berbeda dengan Kasus Sri Mulyani
Pelaku pasar membandingkan momentum reshuffle kali ini dengan peristiwa sebelumnya, ketika pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada saat itu, pasar bereaksi negatif karena terjadi pergantian figur utama pengelola fiskal yang menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan.
Kondisi saat ini dinilai berbeda karena reshuffle hanya menyentuh level wakil menteri, sementara figur kunci tetap sama. Proses pengisian jabatan juga dilakukan untuk melengkapi struktur kementerian, bukan sebagai sinyal perubahan strategi ekonomi.
Dampak ke IHSG Diperkirakan Terbatas
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dampak reshuffle Kabinet Merah Putih terhadap IHSG diperkirakan terbatas. Jika terjadi reaksi pasar, pergerakannya cenderung bersifat jangka pendek dan lebih mencerminkan sentimen sesaat.
Pergerakan pasar saham ke depan dinilai masih akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti arah kebijakan suku bunga global, dinamika nilai tukar rupiah, serta rilis data ekonomi domestik dan global berikutnya.

