[Medan | 29 Januari 2026] Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sejak awal perdagangan Rabu (28/1/2026). Koreksi dalam yang dialami pasar saham domestik dinilai bersifat sementara dan berpotensi berbalik arah seiring dengan perbaikan fundamental ekonomi nasional.
IHSG tercatat dibuka melemah signifikan dengan penurunan 6,8% ke level 8.369,48 pada pembukaan perdagangan pagi. Tekanan jual berlanjut hingga awal sesi II, di mana indeks kembali terkoreksi dan menembus penurunan lebih dari 8% ke posisi 8.261,79, atau turun sekitar 718 poin. Kondisi tersebut mendorong penghentian sementara perdagangan atau trading halt sesuai ketentuan bursa.
Pelemahan IHSG disebut dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti masih adanya persoalan transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. Penilaian tersebut disampaikan meskipun Bursa Efek Indonesia telah melakukan sejumlah perbaikan, namun dinilai masih bersifat terbatas.
Meski demikian, prospek pasar saham domestik dinilai tetap positif dalam jangka menengah. IHSG diperkirakan memiliki ruang untuk kembali menguat seiring dengan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik. Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 5,2%, dengan peluang meningkat mendekati 6% pada tahun ini.
Penguatan kembali IHSG dinilai akan didukung oleh upaya penguatan fondasi ekonomi yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga stabilitas makroekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor. Dengan kondisi tersebut, tekanan yang terjadi di pasar saham saat ini dipandang sebagai respons jangka pendek terhadap sentimen, bukan cerminan pelemahan fundamental ekonomi secara struktural.

