[Medan | 10 April 2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan baru dalam implementasi gencatan senjata dengan Iran, setelah memperingatkan Teheran untuk tidak mengenakan biaya atau “tol” terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Peringatan ini muncul di tengah proses pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut yang masih berlangsung parsial dan belum sepenuhnya normal, meskipun kedua pihak sebelumnya sepakat melakukan jeda konflik selama dua minggu dengan mediasi Pakistan.
Trump menyebut bahwa laporan adanya pungutan terhadap kapal tanker merupakan pelanggaran terhadap semangat kesepakatan. Ia menegaskan Iran harus segera menghentikan praktik tersebut tanpa syarat. “Jika mereka melakukannya, mereka harus segera berhenti sekarang,” tulis Trump di platform Truth Social.
Ketegangan ini muncul di saat implementasi gencatan senjata masih rapuh. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga dilaporkan belum pulih normal, dengan jumlah kapal yang melintas masih jauh di bawah rata-rata sebelum konflik. Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa kendali de facto atas jalur tersebut masih menjadi alat tekanan geopolitik Iran di tengah proses negosiasi.
Di sisi lain, Iran melalui pernyataan Pemimpin Tertinggi menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan memasuki fase baru, termasuk tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang. Teheran juga menegaskan bahwa keselamatan pelayaran hanya dapat dijamin melalui koordinasi langsung dengan otoritas militer Iran, yang secara tidak langsung membuka ruang bagi skema biaya dan pengaturan akses kapal.
Trump sendiri menegaskan bahwa AS tidak akan mentoleransi bentuk “pajak tidak resmi” di jalur perdagangan global tersebut, dan bahkan mengklaim bahwa arus minyak akan kembali normal “dengan atau tanpa Iran”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Washington berupaya mengambil kembali kontrol narasi atas keamanan Hormuz, yang selama beberapa pekan terakhir menjadi titik paling sensitif dalam konflik energi global.
Sementara itu, proses negosiasi lanjutan antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan masih dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, insiden terkait biaya pelayaran ini menjadi indikasi bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berada dalam fase rawan, dengan risiko eskalasi ulang tetap terbuka jika implementasi di lapangan tidak segera distabilkan.

