IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Sinyalkan Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100 per Barel

By Aurelia Tanu 5 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ bbc.com
SHARE

[Medan | 2 April 2026] Harga minyak melemah pada perdagangan pagi ini seiring meningkatnya ekspektasi de-eskalasi konflik setelah pernyataan Donald Trump yang mengindikasikan perang Iran akan segera berakhir. Pasar saat ini menunggu pidato resmi Trump sebagai konfirmasi arah kebijakan AS, dengan ekspektasi nada yang lebih dovish terhadap konflik.

Pergerakan Harga Minyak

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Mei 2026 turun US$1,16 atau 1,15% ke level US$100 per barel. Sementara itu, minyak mentah WTI kontrak April 2026 turun lebih dalam sebesar US$1,41 atau 1,41% ke US$98,71 per barel. Penurunan ini mencerminkan mulai berkurangnya risk premium akibat potensi berakhirnya konflik yang sebelumnya mengganggu pasokan energi global.

Ekspektasi De-eskalasi vs Risiko Tersisa

Optimisme pasar didorong oleh pernyataan Trump yang menyebut AS akan mengakhiri perang “dalam waktu dekat”. Namun demikian, pasar tetap berhati-hati karena penarikan pasukan tidak serta-merta menjamin normalisasi pasokan, khususnya jika Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka atau tanpa kesepakatan gencatan senjata formal.

Risiko geopolitik juga masih tinggi, tercermin dari meningkatnya serangan terhadap jalur energi, termasuk insiden terbaru terhadap kapal tanker di kawasan Teluk. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ekspektasi mereda, premi risiko pada harga minyak belum sepenuhnya hilang.

Dampak ke Ekonomi Global

Gangguan pasokan energi yang terjadi sebelumnya mulai berdampak ke ekonomi global, terutama Eropa yang diperkirakan mulai merasakan tekanan pada April. Kenaikan harga energi sebelumnya telah meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menekan pertumbuhan, sehingga penurunan harga minyak saat ini menjadi katalis positif bagi stabilisasi inflasi global.

Kesimpulan Pasar

Secara keseluruhan, penurunan harga minyak mencerminkan pergeseran sentimen menuju risk-on seiring harapan de-eskalasi. Namun, pasar masih akan sangat bergantung pada kejelasan hasil pidato Trump dan perkembangan di Selat Hormuz, dengan volatilitas harga energi diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Pidato Trump: AS Akan Hantam Iran ‘Dengan Sangat Keras’ Dalam 2-3 Minggu Kedepan

AS Ancam Tinjau Ulang Kontrak Kemitraan dengan NATO

Waspada, Hari ini Ada Pidato Trump dan Rilis Data Amerika

Kunjungan Ke Jepang, Prabowo Sebut RI-Jepang Sepakati Kerjasama Rp 401,7 T

Ini 8 Kebijakan Efisiensi Pemerintah di Tengah Ketidakpastian Global

TAGGED: harga minyak, harga minyak turun
Aurelia Tanu April 2, 2026 April 2, 2026
Previous Article AS Ancam Tinjau Ulang Kontrak Kemitraan dengan NATO
Next Article KLBF Mau Buyback, Siapkan Dana hingga Rp 500 Miliar
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?