IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Ultimatum ke Iran: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam atau Infrastruktur Dihancurkan

By Aurelia Tanu 4 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ efe.com
SHARE

[Medan | 6 April 2026] Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum ekstrem kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi penghancuran infrastruktur vital, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini disampaikan secara langsung melalui media sosial dengan nada agresif, bahkan menyebut tenggat waktu spesifik hingga Selasa pukul 20.00 waktu AS.

Sinyal Negosiasi vs Eskalasi

Meski melontarkan ancaman keras, Trump juga menyebut masih ada peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Namun, pernyataan ini diiringi dengan opsi ekstrem seperti “meledakkan segalanya” dan mengambil alih sumber daya minyak Iran, menunjukkan pendekatan yang sangat transaksional sekaligus meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan AS.

Respons Iran dan Risiko Kawasan

Dari pihak Iran, respons yang muncul justru semakin keras. Pimpinan parlemen Iran memperingatkan bahwa langkah AS berpotensi menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas. Penolakan terhadap tekanan AS menunjukkan bahwa peluang de-eskalasi dalam jangka pendek masih sangat terbatas, terutama tanpa adanya konsesi yang jelas dari kedua pihak.

Kritik Global dan Risiko Hukum

Ancaman terhadap infrastruktur sipil memicu kritik, baik dari dalam negeri AS maupun komunitas internasional. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang jika benar-benar dilakukan. Hal ini menambah dimensi risiko baru, tidak hanya secara geopolitik tetapi juga reputasi global AS.

Implikasi ke Market: Risk-Off Ekstrem

Ultimatum ini secara signifikan meningkatkan tail risk di pasar global. Jika benar terealisasi, potensi gangguan total di Iran, termasuk energi, logistik, dan komunikasi, dapat memicu lonjakan tajam harga minyak, memperparah inflasi global. Bagi pasar Indonesia, kondisi ini berpotensi menekan IHSG, seiring meningkatnya preferensi investor terhadap aset defensif.

 

You Might Also Like

OPEC+ Sepakat Naikkan Kuota Produksi 206.000 Barel per Hari

Yield Obligasi Jepang Naik ke Level Tertinggi 27 Tahun, Apa Dampaknya?

Trump Ultimatum Iran, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 111 per Barel

Pidato Trump: AS Akan Hantam Iran ‘Dengan Sangat Keras’ Dalam 2-3 Minggu Kedepan

Trump Sinyalkan Perang Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Turun di Bawah US$ 100 per Barel

TAGGED: perang iran-AS, trump ultimatum iran, trump utimatum
Aurelia Tanu April 6, 2026 April 6, 2026
Previous Article Pidato Trump: AS Akan Hantam Iran ‘Dengan Sangat Keras’ Dalam 2-3 Minggu Kedepan
Next Article Trump Ultimatum Iran, Harga Minyak Kembali Tembus US$ 111 per Barel
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?