Terbaru

NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Ancaman MSCI, Menjadi Kerugian Bagi Market Indonesia

Dalam sepekan terakhir market Indonesia mengalami gejolak akibat tekanan dari ketegangan geopolitik dan ketakutan investor akan adanya outflow asing dari IHSG itu sendiri. ketakutan ini diakibatkan oleh adanya

By Zikri Habibi

Babak Baru Industri Tekstil Indonesia

Pemerintah menandai babak baru industri tekstil nasional dengan mengalokasikan anggaran sekitar USD 6 miliar atau setara Rp101 triliun untuk mempercepat modernisasi teknologi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga

By Zikri Habibi

Ketua The Fed Diinvestigasi, Jepang Mau Pemilu Lebih Cepat, Market Mau Dibawa Kemana?

PT Fawz Finansial Indonesia Newsletter Bonds Market 15 Januari 2025 Benchmark Series Series Maturity Date Coupon Price 2/1/2026 Price 15/1/2026 Price Changes FR0106 15 Aug 2040 7,125% 107.90

By Aurelia Tanu
NamaHargaPersentase (%)Harga PenutupanHarga PembukaanPersentase Buka (%)TinggiRendahVolumeWaktu

Berita Untuk Anda

Dari MSCI, Moody’s, hingga FTSE, Apa Maksud Dibalik Semua Ini?

Belakangan, nama Indonesia muncul berulang kali dalam sorotan lembaga global. Mulai dari MSCI membekukan evaluasi, Moody’s menurunkan outlook, S&P memberi peringatan fiskal, dan FTSE menunda implementasi perubahan indeks. Bagi banyak orang, rangkaian ini terdengar seperti alarm bahaya. Tapi jika ditarik ke akar permasalahannya, narasinya justru berbeda. Ini bukan cerita tentang Indonesia yang gagal, melainkan tentang Indonesia yang tidak dibiarkan naik

BEI Panggil Samuel Sekuritas Terkait Saham RLCO Bisa Tembus Rp 80.000

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi telah memanggil PT Samuel Sekuritas Indonesia (kode broker IF) untuk meminta klarifikasi atas riset yang memproyeksikan harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dapat menembus Rp80.000 per saham. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Irvan Susandy, menyebut pemanggilan tersebut dilakukan menyusul polemik di pasar terkait target harga yang dinilai sangat agresif. Koordinasi dengan OJK Irvan menambahkan,

Direktur Utama Borong 1,07 Juta Saham SMDR, Ada Apa?

Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), Bani Maulana Mulia, menambah kepemilikan saham SMDR melalui pembelian 1,07 juta saham pada 6 Februari 2026. Aksi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/2/2026). Detail Transaksi Bani membeli saham SMDR di harga Rp366 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp391,62 juta. Dalam keterbukaan informasi, transaksi tersebut disebutkan

MEJA Mau Masuk Bisnis Batubara, Akuisisi 45% Trimata Coal Perkasa

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana masuk ke bisnis batubara melalui akuisisi strategis sebesar 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP), menyusul masuknya pemegang saham pengendali baru. Langkah ini menandai perubahan arah bisnis MEJA dengan ekspansi ke sektor energi berbasis komoditas. Skema Akuisisi Tanpa Bebani Kas Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto menjelaskan rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian

BEI, OJK dan KSEI Bakal Bertemu MSCI Lagi Besok (11/2)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), akan kembali menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 11 Februari 2026. Pejabat sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan MSCI masih terus berjalan, dengan fokus pembahasan pada aspek

FTSE Juga Tunda Review Indeks Saham Indonesia, IHSG Bakal Kemana Hari Ini?

Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell menunda peninjauan indeks saham Indonesia untuk periode Maret 2026 seiring ketidakpastian terkait penentuan free float serta potensi gangguan perdagangan di tengah proses reformasi pasar modal. Keputusan ini diambil setelah FTSE Russell menerima masukan dari Komite Penasihat Eksternal dan mencermati kebijakan yang diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari

China Suntik Uang Tunai Untuk Tutupi Kekurangan Likuiditas Rp 7.690 T

Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) meningkatkan pasokan likuiditas guna mengantisipasi lonjakan permintaan uang tunai menjelang libur Tahun Baru Imlek. Bank sentral menyuntikkan dana sebesar 600 miliar yuan atau setara Rp7.690 triliun melalui instrumen reverse repo tenor 14 hari pada akhir pekan lalu, mengakhiri jeda dua bulan operasi serupa. Tutup Kesenjangan Pendanaan Perbankan Langkah tersebut bertujuan menutup potensi kesenjangan

Borong Emas 15 Bulan Beruntun, Bank Sentral China Perkuat Cadangan Devisa

Bank Rakyat China (People’s Bank of China/PBOC) kembali menambah kepemilikan emas pada Januari 2026, memperpanjang tren pembelian selama 15 bulan berturut-turut. Kepemilikan emas China tercatat naik menjadi 74,19 juta ons troi murni, dari 74,15 juta ons pada Desember 2025, menegaskan komitmen bank sentral dalam memperkuat aset cadangan non-dolar. Nilai Cadangan Meningkat Tajam Seiring kenaikan harga emas global, nilai cadangan emas

IMAS Jalin Kerja Sama dengan Produsen Mobil Listrik Tiongkok

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menjalin kerja sama strategis dengan produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan roda empat merek Leapmotor di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indomobil memperluas portofolio kendaraan listrik seiring meningkatnya adopsi EV di pasar domestik. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT

BI Tak Lagi Laporkan Data Aliran Asing Mingguan, Ada Apa?

Bank Indonesia (BI) mulai pekan ini tidak lagi menyajikan data aliran modal asing mingguan yang selama ini mencakup pergerakan dana nonresiden di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ke depan, BI hanya akan melaporkan perkembangan kepemilikan SRBI secara berkala. Sebelumnya, laporan mingguan BI menjadi rujukan utama pelaku pasar karena menyajikan gambaran komprehensif arus modal