[Medan | 26 Februari 2026] Emiten afiliasi pengusaha Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO), mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan kepelabuhanan laut. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui entitas anak tidak langsung pada 24 Februari 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen menyatakan bahwa kedua perusahaan target berfokus pada aktivitas layanan kepelabuhanan laut yang dinilai strategis untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.
Penguatan Integrasi Pit-to-Port
Manajemen PTRO menilai pengambilalihan ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menopang ekspansi bisnis jangka menengah hingga panjang.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Perseroan memperluas kapabilitas layanan maritim guna mendukung aktivitas pertambangan dan logistik terintegrasi.
Akuisisi PT Nusantara Arung Samudera
Melalui anak usaha yang dimiliki lebih dari 99%, PT Petrosindo Sinergi Samudera, PTRO menandatangani perjanjian pembelian 55% saham PT Nusantara Arung Samudera.
Rinciannya, sebanyak 45% saham diambil alih dari Karen Nathani dan 10% dari Maifian Juni Candra, dari total modal ditempatkan dan disetor. Transaksi tersebut dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham Nomor 41 dan 44 tertanggal 24 Februari 2026, dengan nilai transaksi sebesar Rp550 juta.
Akuisisi PT Vista Maritim Asia
Pada hari yang sama, entitas anak lainnya, PT Petrosindo Sinergi Alur, juga menandatangani perjanjian pembelian 55% saham PT Vista Maritim Asia. Saham yang diakuisisi terdiri dari 50% milik Lius Kastomo dan 5% milik Jalu Yogo Santoso. Nilai transaksi pembelian saham VMA tercatat sebesar Rp550 juta.

