[Medan | 8 Jan 2026] Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan tajam pada perdagangan Rabu (7/1/2026), bahkan sempat menyentuh auto reject atas (ARA) sebelum bergerak stabil di kisaran Rp60 per saham pada jeda sesi pagi. Secara year to date, saham ini telah menguat sekitar 20% di awal 2026.
Data RTI Business menunjukkan DADA sempat melesat hingga 34% ke level Rp67 per saham, disertai antrean beli yang mencapai sekitar 6,12 juta lot. Lonjakan harga juga diikuti oleh peningkatan jumlah investor ritel, mengindikasikan masuknya minat spekulatif jangka pendek.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah pemegang saham DADA per 30 November 2025 tercatat sebanyak 73.893 investor, naik 3.404 investor dibandingkan posisi awal November. Saat ini, komposisi kepemilikan didominasi oleh publik sebesar 69,93%, disusul PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) sebesar 29,6%, dan Komisaris Tjandra Tjokrodiponto sekitar 0,47%.
Kenaikan harga terbaru ini terjadi setelah saham DADA sebelumnya bergerak stagnan di level gocap, pasca kembali diperdagangkan pada Oktober 2025 usai sempat disuspensi. Pada periode tersebut, DADA sempat mengalami reli ekstrem hingga menembus Rp240 per saham sebelum terkoreksi tajam, bertepatan dengan aksi divestasi besar-besaran oleh pemegang saham pengendali.
PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) tercatat melepas sekitar 2,14 miliar saham pada 10 Oktober 2025. Dengan asumsi harga penutupan di level Rp152 per saham, nilai divestasi diperkirakan mencapai Rp326 miliar. Serangkaian aksi pelepasan tersebut membuat porsi kepemilikan KPII turun signifikan dari 69,58% sebelum IPO menjadi 29,6% per 23 Oktober 2025.
Manajemen DADA menjelaskan bahwa divestasi dilakukan sebagai bagian dari strategi keuangan KPII untuk memenuhi kewajiban perbankan, menyediakan dukungan modal kerja, serta mendukung pengembangan proyek rumah tapak.
Analisis Saham
Dari sisi sentimen, lonjakan harga saham DADA saat ini belum didukung oleh katalis fundamental baru yang signifikan. Kenaikan harga lebih mencerminkan faktor teknikal dan spekulasi, terutama dengan struktur kepemilikan publik yang sangat besar sehingga saham relatif mudah digerakkan oleh arus dana jangka pendek.
Riwayat reli tajam yang diikuti koreksi dalam waktu singkat menunjukkan volatilitas tinggi, yang meningkatkan risiko bagi investor konservatif. Selain itu, jejak divestasi pemegang saham pengendali pada harga puncak sebelumnya masih menjadi faktor psikologis yang membatasi kepercayaan pasar terhadap keberlanjutan kenaikan harga.
Dalam jangka pendek, pergerakan saham DADA cenderung dipengaruhi oleh momentum dan aktivitas trader. Namun tanpa perbaikan kinerja fundamental yang jelas atau pembaruan proyek yang material, potensi kenaikan berkelanjutan dinilai terbatas dan rawan profit taking.
Strategi Investasi
Saham DADA lebih cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi dan strategi trading jangka pendek. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pendekatan wait and see dinilai lebih prudent sembari menunggu kejelasan kinerja keuangan, progres proyek, serta komitmen pemegang saham utama pasca divestasi.

