IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Kashkari The Fed Sebut Suku Bunga AS Sudah Dekati Level Netral

By Aurelia 8 months ago Ekonomi
Image source: AP/ cnbc.com
SHARE

[Medan | 7 Januari 2025] Gubernur Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, menilai suku bunga acuan Amerika Serikat kemungkinan sudah mendekati tingkat netral bagi perekonomian. Dengan kondisi ini, kebijakan bank sentral selanjutnya akan sepenuhnya bergantung pada data ekonomi yang masuk, termasuk perkembangan inflasi dan pasar tenaga kerja.

Kashkari mengungkapkan bahwa perekonomian AS ternyata lebih tangguh dari perkiraannya, meski sebelumnya The Fed memperkirakan perlambatan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter sejauh ini belum memberikan tekanan besar terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga posisi suku bunga saat ini diperkirakan sudah cukup mendekati netral.

Beberapa pejabat The Fed mengindikasikan kemungkinan menahan suku bunga pada Januari 2026, setelah bank sentral melakukan tiga kali pemangkasan berturut-turut hingga akhir 2025. Risalah rapat The Fed Desember lalu menunjukkan mayoritas pejabat masih mempertimbangkan pemangkasan tambahan seiring melambatnya inflasi, meski terdapat perbedaan pandangan terkait waktu dan besaran penurunan.

Data ekonomi terkini memperlihatkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,6% pada November 2025, tertinggi sejak 2021, sementara inflasi konsumen lebih rendah dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga juga tercatat sebagai yang tercepat dalam dua tahun terakhir, memunculkan potensi risiko kebangkitan inflasi.

Kashkari menekankan perlunya menunggu data lebih banyak untuk menentukan arah kebijakan berikutnya, memperhitungkan risiko inflasi persisten akibat tarif dan kemungkinan kenaikan pengangguran dari level saat ini.

 

You Might Also Like

Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta Per Unit

Menko Airlangga Targetkan 360 Ton Emas WNI Masuk Bank Emas

Yield Obligasi AS Kembali Naik, Buyback Gagal Tahan Kenaikan Yield

AS Ancam Sanksi Ekonomi Untuk Iran, Harga Minyak Naik Lagi

Harga Emas Naik 4% Tembus US$4.500, Ada Apa?

TAGGED: kashkari the fed, The Fed suku bunga
Aurelia January 6, 2026 January 6, 2026
Previous Article China Batasi Ekspor Peralatan Militer ke Jepang
Next Article Saham DADA Mendadak Naik hingga Sempat ARA, Ada Apa?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?