IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Berbalik Arah, The Fed Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga?

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ bisnis.espos.id
SHARE

[Medan | 25 Maret 2026] Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve mengalami perubahan tajam dalam waktu singkat. Berdasarkan CME FedWatch per 20 Maret, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 kini mencapai 25%, berbalik dari ekspektasi sebelumnya yang cenderung mengarah pada pemangkasan suku bunga.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam persepsi pasar, di mana skenario kenaikan suku bunga kini mulai diperhitungkan secara serius, seiring meningkatnya risiko inflasi global.

Dari Rate Cut ke Potensi Rate Hike

Beberapa hari sebelumnya, pasar masih meyakini bahwa langkah berikutnya dari The Fed adalah pelonggaran kebijakan moneter. Bahkan, ekspektasi pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali sempat menjadi konsensus pada awal tahun.

Namun, dinamika tersebut berubah cepat. Struktur risk-reward di pasar futures kini menunjukkan bahwa posisi yang bertaruh pada kenaikan suku bunga mulai seimbang dengan skenario suku bunga tetap, menandakan pasar tidak lagi condong ke arah pelonggaran.

Lonjakan Inflasi Jadi Pemicu Utama

Perubahan ekspektasi ini tidak terlepas dari meningkatnya tekanan inflasi, terutama akibat lonjakan harga energi di tengah konflik Amerika Serikat–Iran. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat kembali persisten, sehingga mempersempit ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa risiko inflasi saat ini lebih besar dibandingkan risiko pelemahan pasar tenaga kerja. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Gubernur The Fed Christopher Waller, yang sebelumnya dikenal cenderung dovish. Waller menyatakan bahwa risiko inflasi berkepanjangan cukup signifikan untuk menunda pemangkasan suku bunga, bahkan membuka peluang kebijakan yang lebih ketat.

Pasar Obligasi Kirim Sinyal Pengetatan

Reaksi pasar terlihat jelas pada pergerakan yield US Treasury, khususnya tenor 2 tahun yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter. Yield 2 tahun naik tajam ke sekitar 3,89%, atau sekitar 25 basis poin di atas suku bunga efektif The Fed.

Selisih ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan mencerminkan ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter ke depan berpotensi lebih ketat dibandingkan kondisi saat ini. Fenomena serupa terakhir terjadi saat The Fed memasuki fase pengetatan agresif pasca pandemi.

 

You Might Also Like

Trump Kirim 15 Poin Proposal Damai Untuk Akhiri Perang Iran

Waspada Krisis Perang AS-Iran, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar?

Kenapa Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang?

RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%

Harga Minyak Turun Tapi Masih di Atas US$ 100 per Barel

TAGGED: suku bunga AS, The Fed suku bunga
Aurelia Tanu March 25, 2026 March 25, 2026
Previous Article Waspada Krisis Perang AS-Iran, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar?
Next Article Trump Kirim 15 Poin Proposal Damai Untuk Akhiri Perang Iran
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?