IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%

By Aurelia 5 months ago Ekonomi
Image source: AP/ intime.id
SHARE

[Medan | 17 Maret 2026] Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026. Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75% dan lending facility di level 5,50%.

Keputusan BI untuk menahan suku bunga dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah kombinasi tekanan berikut:

  • Inflasi meningkat di atas target
  • Volatilitas pasar keuangan global akibat konflik geopolitik
  • Depresiasi nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir

BI sendiri telah mempertahankan suku bunga di level 4,75% selama enam bulan berturut-turut, sejak pemangkasan terakhir dari 5,00% pada September 2025. Menurut ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, ruang pelonggaran moneter saat ini sangat terbatas. Dalam kondisi global yang tidak menentu, menjaga stabilitas menjadi prioritas utama.

Inflasi di Atas Target
Inflasi Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% secara tahunan, melampaui target BI di kisaran 1,5%–3,5%. Kenaikan ini sebagian dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.

Di sisi lain, tekanan juga datang dari kenaikan harga energi global yang mulai mendorong risiko inflasi impor. Kondisi ini membuat ruang bagi pelonggaran moneter menjadi semakin terbatas dalam jangka pendek.

Tekanan Eksternal dan Nilai Tukar
Ketidakpastian global meningkat seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Lonjakan harga minyak serta gangguan rantai pasok energi global mendorong volatilitas di pasar keuangan.

Dampaknya, arus keluar modal asing mencapai sekitar US$0,75 miliar sejak konflik memanas, dengan tekanan terbesar terjadi di pasar obligasi. Nilai tukar rupiah juga mengalami depresiasi sekitar 1,6% secara year-to-date, mencerminkan meningkatnya risk aversion terhadap aset emerging markets.

Yield Obligasi Meningkat
Tekanan eksternal tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Yield tenor 1 tahun naik dari kisaran 4,82% menjadi 5,65%, sementara tenor 10 tahun meningkat dari 6,39% menjadi sekitar 6,75%.

Kenaikan yield ini mencerminkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor. Dalam kondisi seperti ini, penurunan suku bunga justru berisiko mempersempit selisih imbal hasil dengan global, yang dapat memperbesar tekanan terhadap rupiah dan mempercepat arus keluar modal.

Analisis Kebijakan: Fokus Stabilitas
Dalam konteks saat ini, kebijakan BI cenderung berada dalam fase defensif dengan fokus utama pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian ekspektasi inflasi. Dengan tekanan global yang masih tinggi, ruang untuk pemangkasan suku bunga diperkirakan tetap terbatas dalam waktu dekat.

Selain itu, koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi semakin penting, terutama di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi pelebaran defisit akibat kenaikan harga energi.

 

You Might Also Like

Prabowo Beri Kode Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI

BOJ Diproyeksikan Tahan Suku Bunga di Rapat Juli 2026

MK Perintahkan Anggaran MBG Harus Dipisah dari Anggaran Pendidikan

AS Rilis Sejumlah Data Ekonomi Tadi Malam, Apa Hasil dan Dampaknya?

S&P Peringatkan Risiko Pengunduran Diri Gubernur BI Terhadap Kebijakan Moneter RI

TAGGED: rapat BI, rapat RDG Maret 2026, Suku bunga, suku bunga BI
Aurelia March 17, 2026 March 17, 2026
Previous Article Harga Minyak Turun Tapi Masih di Atas US$ 100 per Barel
Next Article Tanpa Strategi Keluar, Militer AS Tidak Bisa Menghentikan Perangnya Sendiri
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?