IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Kembali Tembus USD 100 per Barel Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

By Aurelia Tanu 5 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ arrowwingsacademy.com
SHARE

[Medan | 13 April 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus level psikologis US$100 per barel setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan. Eskalasi ini dipicu langkah Donald Trump yang mulai mendorong blokade di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan energi global.

Minyak acuan global Brent naik hampir 8% ke kisaran US$102,39 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak di atas US$103. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan yang lebih luas, terutama setelah lalu lintas tanker di kawasan tersebut kembali terganggu pasca kegagalan perundingan.

Blokade yang direncanakan AS menargetkan kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, namun langkah ini dinilai belum tentu mampu mengatasi gangguan distribusi energi. Analis menilai kebijakan tersebut justru berpotensi memperbesar ketidakpastian, mengingat Iran masih memiliki kontrol signifikan atas arus pelayaran di kawasan Teluk.

Ketegangan ini juga merambat ke pasar gas global, dengan harga gas Eropa melonjak hingga 18% seiring meningkatnya risiko disrupsi pasokan. Selain itu, ancaman eskalasi konflik turut membuka kemungkinan meluasnya gangguan ke jalur strategis lain seperti Bab el-Mandeb, yang dapat memperparah tekanan pada rantai pasok energi global.

Secara fundamental, lonjakan harga minyak saat ini bukan hanya didorong oleh faktor geopolitik jangka pendek, tetapi juga mencerminkan struktur pasar yang masih rapuh. Selama enam minggu terakhir, Iran secara efektif membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, termasuk dengan menerapkan biaya transit bagi kapal tertentu dan menjaga volume perdagangan jauh di bawah kondisi normal.

Kegagalan negosiasi ini menjadi titik balik dari harapan pasar sebelumnya terhadap de-eskalasi konflik. Dengan belum adanya kesepakatan terkait isu utama seperti nuklir dan pembukaan penuh Selat Hormuz, risiko volatilitas harga energi diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek.

Lonjakan harga minyak di atas US$100 memperbesar tekanan inflasi global dan berpotensi menahan ekspektasi penurunan suku bunga, khususnya di AS. Bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia, kondisi ini cenderung negatif bagi aset berisiko, termasuk saham, namun dapat mendukung kinerja obligasi berbasis komoditas dan sektor energi dalam jangka pendek.

 

You Might Also Like

Mulai Melunak, China Beri 10 Insentif Untuk Taiwan

Negosiasi Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz

Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan, IHSG Siap-siap Tertekan?

Iran Mulai Tarik Biaya Selat Hormuz, Bayar Pakai Yuan dan Kripto

Xi Jinping Bakal Bertemu Ketua Oposisi Taiwan

TAGGED: harga minyak, negosiasi Iran-AS
Aurelia Tanu April 13, 2026 April 13, 2026
Previous Article Negosiasi Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz
Next Article Mulai Melunak, China Beri 10 Insentif Untuk Taiwan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?