[Medan | 27 Februari 2026] Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat realisasi investasi swasta murni di IKN mencapai Rp72 triliun hingga awal 2026, berasal dari 57 perusahaan yang berkomitmen memperkuat ekosistem pembangunan di kawasan tersebut. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyebut lonjakan investasi ini didorong oleh kepastian hukum melalui Perpres No. 79 Tahun 2024 dan kehadiran langsung Presiden serta Wakil Presiden di lokasi proyek.
Terbaru, OIKN menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) baru dengan PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas komersial, layanan publik, pusat kuliner, dan fasilitas olahraga yang terkonsentrasi di Wilayah Pengembangan 1A dan 1C Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dirancang untuk mendukung aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di Nusantara.
OIKN menargetkan ekosistem perkotaan yang fungsional dan mandiri melalui keterlibatan sektor swasta, dengan kemudahan perizinan dan pendampingan langsung bagi investor agar setiap proyek dapat segera masuk tahap konstruksi fisik tepat waktu. Upaya ini diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia.

