IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Purbaya Siapkan Stimulus Ekonomi Q2-2026, Ada Subsidi EV hingga Bunga Murah

By Aurelia Tanu 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ ntvnews.id
SHARE

[Medan | 7 Mei 2026] Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi baru pada kuartal II-2026 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan dorongan ekonomi diperlukan agar pertumbuhan tidak melambat setelah ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 masih mampu tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan.

Contents
Subsidi Kendaraan Listrik Mulai DisiapkanBunga Kredit Murah untuk Industri EksporDaya Beli dan Likuiditas Dijaga

Menurut Purbaya, pemerintah akan fokus menjaga konsumsi masyarakat, memperkuat investasi, dan memperbaiki iklim usaha agar aktivitas ekonomi domestik tetap ekspansif di tengah ketidakpastian global.

Subsidi Kendaraan Listrik Mulai Disiapkan

Salah satu stimulus utama yang akan diluncurkan adalah insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Pemerintah berencana memberikan fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian mobil dan motor listrik, dengan besaran subsidi yang dibedakan berdasarkan jenis baterai yang digunakan. Kendaraan listrik berbasis baterai nikel diperkirakan akan memperoleh insentif lebih besar sebagai bagian dari strategi hilirisasi mineral domestik.

Pemerintah menyiapkan kuota awal sebanyak 100.000 unit mobil listrik dan 100.000 unit motor listrik, dengan peluang penambahan kuota apabila permintaan tinggi. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026 setelah memperoleh persetujuan final dari Presiden.

Bunga Kredit Murah untuk Industri Ekspor

Selain sektor kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan stimulus pembiayaan murah untuk industri manufaktur dan eksportir melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI. Pemerintah menargetkan bunga kredit dapat ditekan hingga sekitar 6% atau bahkan lebih rendah guna membantu perusahaan melakukan ekspansi dan peremajaan mesin produksi.

Sektor tekstil menjadi salah satu industri prioritas dalam program ini karena dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekspor dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Daya Beli dan Likuiditas Dijaga

Pemerintah juga menegaskan akan tetap menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan fiskal, termasuk penyaluran gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, pemerintah memastikan likuiditas perbankan tetap longgar agar dunia usaha lebih mudah memperoleh akses pembiayaan.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen memperkuat perlindungan pasar domestik dari barang ilegal sekaligus menjaga iklim usaha tetap kondusif di tengah tantangan global.

Dampak Pasar

Tambahan stimulus fiskal pada kuartal II-2026 menunjukkan pemerintah mulai mengambil langkah antisipatif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan global dan ketidakpastian geopolitik. Fokus pada konsumsi domestik, investasi, dan sektor manufaktur mengindikasikan pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas level 5% dalam jangka menengah.

Insentif kendaraan listrik berpotensi memberikan sentimen positif bagi sektor otomotif, industri baterai, dan hilirisasi nikel domestik. Kebijakan ini juga mendukung agenda transisi energi nasional sekaligus membantu mengurangi ketergantungan impor BBM dalam jangka panjang. Emiten terkait kendaraan listrik, nikel, dan rantai pasok baterai berpotensi memperoleh katalis positif apabila program subsidi berjalan sesuai target.

Sementara itu, stimulus pembiayaan murah untuk industri ekspor dapat membantu memperkuat daya saing manufaktur nasional di tengah tingginya biaya bunga global. Sektor tekstil dan industri padat karya berpotensi memperoleh ruang pemulihan apabila akses kredit menjadi lebih murah dan likuiditas tetap memadai.

Dari sisi pasar keuangan, stimulus tambahan ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik karena menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, pasar tetap akan mencermati ruang fiskal pemerintah dan potensi dampaknya terhadap defisit anggaran, terutama di tengah tekanan harga energi global dan volatilitas eksternal yang masih tinggi.

 

 

You Might Also Like

Jelang Kunjungan Trump, Menlu Iran dan China Bertemu di Beijing

AS Umumkan Operasi Epic Fury di Iran Berakhir, Perang Selesai?

Trump Tawarkan Proposal Damai Ke Iran, Harga Minyak Turun Lagi!

BI Akan Batasi Pembelian Dolar AS Jadi US$ 25.000

Purbaya Janjikan Bunga Kredit Rendah Untuk Industri Tekstil Sepatu

TAGGED: purbaya insentif, stimulus ekonomi
Aurelia Tanu May 7, 2026 May 7, 2026
Previous Article Trump Tawarkan Proposal Damai Ke Iran, Harga Minyak Turun Lagi!
Next Article AS Umumkan Operasi Epic Fury di Iran Berakhir, Perang Selesai?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?