IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Sesuai Prediksi, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%!

By Aurelia 3 years ago Ekonomi
Image source: AP/ finansial.bisnis.com
SHARE

[Medan | 24 November 2023] Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada 22 dan 23 November 2023. Selain menahan suku bunga acuan, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 5,25% dan suku bunga lending facility di level 6,75%. 

Keputusan ini pun sesuai dengan proyeksi sejumlah ekonom, dimana 25 dari 31 ekonom yang disurvei memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 6% pada pertemuan November 2023 ini, seiring dengan menguatnya mata uang Rupiah dan inflasi yang masih terkendali.

Baca Juga: Inflasi Oktober 2023 Tembus 2,56%, Siapa Biang Keroknya?  

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan bahwa inflasi di Indonesia pada Oktober 2023 melandai menjadi 2,56% secara tahunan. Selain itu, nilai tukar rupiah terpantau telah mengalami penguatan sekitar 2,8% sepanjang November. Meskipun begitu, rupiah masih rentan terhadap perubahan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).

Di sisi lain, The Fed juga diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada bulan Desember mendatang, seiring dengan inflasi Amerika Serikat (AS) pada bulan Oktober tercatat menurun ke level 3,2% dari bulan sebelumnya yang berada di level 3,7%. 

Data inflasi yang di bawah ekspektasi ini pun dianggap oleh pasar sebagai sinyal bahwa The Fed telah menyelesaikan siklus kenaikan suku bunga. Alat FedWatch CME Group juga menunjukkan bahwa saat ini pasar bertaruh pada peluang 94,8% bahwa The Fed akan terus mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Desember mendatang. 

Meskipun begitu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memperkirakan masih ada kemungkinan suku bunga The Fed akan naik sekali lagi menjadi 5,75%. Perry pun memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed baru akan terjadi pada semester II-2024 dengan total penurunan secara kumulatif sebesar 50 basis poin (bps).

Baca Juga: Data Inflasi AS Turun, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga? 

You Might Also Like

Bank Sentral China Borong 20 Ton Emas di Juli, Terbesar Sejak Tahun 2023

Pos Indonesia Minta Restrukturisasi Sukuk Usai Gagal Bayar

Konsumsi Mulai Melemah, Penjualan Ritel Juli 2026 Turun 0,7%

Iran Kunci Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus US$ 89 per Barel

Jelang Rilis Data Inflasi AS, Bursa Asia Bakal Gerak Kemana?

TAGGED: Jerome Powell, mata uang Rupiah, Perry Warjiyo, suku bunga 6%, suku bunga acuan, suku bunga AS, suku bunga BI, suku bunga The Fed
Aurelia November 23, 2023 November 23, 2023
Previous Article BLACKPINK Dapat Gelar Kehormatan dari Raja Charles III
Next Article Pengembalian Gelang Coldplay di Jakarta Cuman 77%
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?