IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Waspada Krisis Perang AS-Iran, Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000 per Dolar?

By Aurelia Tanu 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ investor.id
SHARE

[Medan | 25 Maret 2026] Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan signifikan di tengah eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran, dengan potensi pelemahan hingga menembus Rp20.000 per dolar AS dalam skenario ekstrem. Peningkatan risiko geopolitik, lonjakan harga energi, serta pergeseran arus modal global menjadi faktor utama yang dapat mempercepat depresiasi rupiah dalam beberapa bulan ke depan.

Geopolitik dan Minyak Jadi Pemicu Tekanan

Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan risiko gangguan rantai pasok global, terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz. Kondisi ini berdampak langsung pada ekonomi Indonesia melalui peningkatan tekanan inflasi impor dan pelebaran defisit transaksi berjalan.

Di saat yang sama, lonjakan harga energi memperkuat dolar AS karena transaksi global yang didominasi mata uang tersebut. Hal ini memicu pergeseran arus modal dari emerging markets ke aset safe haven berbasis dolar, sehingga memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Aliran Modal dan Ketergantungan Eksternal

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal jangka pendek, tetapi juga mencerminkan kerentanan struktural. Stabilitas nilai tukar selama ini sangat dipengaruhi oleh keberlanjutan aliran dana asing, baik melalui investasi portofolio maupun penerbitan utang luar negeri.

Pengalaman historis menunjukkan bahwa dalam periode tekanan, pemerintah dan otoritas moneter harus meningkatkan penerbitan utang global untuk menjaga stabilitas rupiah. Ketergantungan ini menjadi risiko, terutama ketika kondisi global tidak mendukung arus masuk modal.

Belajar dari Episode Tekanan Sebelumnya

Dalam satu dekade terakhir, rupiah telah mengalami beberapa episode tekanan signifikan, antara lain pada 2014–2015, 2018, dan awal pandemi 2020. Pada periode-periode tersebut, depresiasi rupiah mencapai kisaran 13–20%, bahkan terjadi dalam waktu singkat saat terjadi shock global.

Menariknya, peningkatan cadangan devisa tidak selalu sejalan dengan stabilitas nilai tukar. Meskipun cadangan devisa meningkat dalam jangka panjang, rupiah tetap mengalami tren pelemahan, menunjukkan bahwa faktor utama penentu stabilitas adalah keberlanjutan arus modal eksternal.

Tekanan Mulai Terlihat di Awal 2026

Indikasi tekanan terhadap rupiah kembali muncul pada awal tahun ini. Dalam dua bulan pertama 2026, cadangan devisa tercatat menurun meskipun pemerintah telah melakukan penerbitan utang luar negeri dalam berbagai mata uang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan dari arus keluar dana mulai meningkat, sehingga ruang intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar menjadi lebih terbatas jika tren tersebut berlanjut.

 

You Might Also Like

Trump Kirim 15 Poin Proposal Damai Untuk Akhiri Perang Iran

Berbalik Arah, The Fed Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga?

Kenapa Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang?

RDG Maret 2026: BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75%

Harga Minyak Turun Tapi Masih di Atas US$ 100 per Barel

TAGGED: mata uang Rupiah, nilai tukar Rupiah, Rupiah
Aurelia Tanu March 25, 2026 March 25, 2026
Previous Article Kenapa Harga Emas Malah Anjlok di Tengah Perang?
Next Article Berbalik Arah, The Fed Diperkirakan Bakal Naikkan Suku Bunga?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?