IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Bisnis

Pasar Tunggu Rilis Data Inflasi dan Neraca Dagang Besok, IHSG Bakal Kemana?

By Aurelia Tanu 1 hour ago Bisnis
Image source: AP/ infobanknews.com
SHARE

[Medan | 30 Juni 2026] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah investor memilih mengambil posisi wait and see menjelang sederet rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan pada Selasa (1/7/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 75 poin atau 1,28% ke level 5.821. Indeks sempat menguat di awal perdagangan hingga menyentuh level 5.943, namun tekanan jual kembali mendominasi sepanjang sesi kedua sehingga membawa IHSG ditutup mendekati level terendah hariannya.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pelemahan IHSG terjadi karena pasar belum memiliki katalis positif yang cukup kuat untuk mendorong investor kembali melakukan akumulasi saham. Menurutnya, perhatian investor kini sepenuhnya tertuju pada rilis sejumlah indikator ekonomi penting Indonesia, mulai dari inflasi Juni, PMI Manufaktur, hingga neraca perdagangan yang akan diumumkan secara bersamaan pada 1 Juli.

Selain faktor domestik, sentimen global juga masih membayangi pasar. Ketidakpastian implementasi kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran membuat risiko geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, terutama terkait keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia.

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG juga masih berasal dari arus keluar dana asing. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), investor asing tercatat membukukan net sell lebih dari Rp80 triliun, diperburuk oleh penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI menjadi sekitar 0,45%, yang membuat alokasi dana pasif (passive funds) ke pasar saham Indonesia semakin terbatas.

Fokus Utama Pasar Besok

  1. Inflasi Indonesia Diperkirakan Tetap Terkendali

Badan Pusat Statistik akan mengumumkan inflasi Juni 2026 pada Selasa pagi. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan naik tipis dari 3,08% menjadi sekitar 3,1%, terutama dipengaruhi harga pangan dan biaya distribusi yang masih relatif tinggi. Meski meningkat, inflasi tersebut masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5%-3,5%, sehingga kecil kemungkinan memicu perubahan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Apabila realisasi inflasi berada di bawah atau sesuai ekspektasi, sentimen terhadap pasar saham maupun obligasi cenderung netral hingga positif karena memperkuat ekspektasi bahwa BI belum memiliki urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga. Sebaliknya, apabila inflasi melonjak jauh di atas ekspektasi, pasar dapat mulai memperhitungkan peluang pengetatan moneter lanjutan sehingga berpotensi menekan IHSG maupun pasar obligasi.

  1. Neraca Perdagangan Berpotensi Menjadi Katalis Positif

Selain inflasi, investor juga menunggu data neraca perdagangan Mei 2026. Setelah surplus perdagangan April anjlok menjadi hanya sekitar US$90 juta, pasar memperkirakan surplus kembali meningkat mendekati US$4 miliar seiring normalisasi impor dan tetap kuatnya ekspor nonmigas.

Apabila surplus benar-benar kembali melebar, sentimen terhadap rupiah berpotensi membaik karena pasokan devisa meningkat. Kondisi tersebut juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap pasar obligasi dan saham domestik. Namun apabila surplus kembali jauh di bawah ekspektasi, kekhawatiran terhadap ketahanan eksternal Indonesia dapat kembali meningkat dan berpotensi menekan rupiah maupun IHSG.

Likuiditas Pasar Berpotensi Makin Tipis

Mulai 1 Juli, beberapa perusahaan resmi memasuki masa penawaran umum perdana saham (IPO), disusul emiten lainnya pada 2 Juli. Masa penawaran umum tersebut berpotensi menyerap sebagian likuiditas investor yang sebelumnya beredar di pasar reguler karena dana dialihkan untuk mengikuti IPO.

Fenomena ini cukup lazim terjadi setiap kali terdapat beberapa IPO dalam waktu yang berdekatan. Akibatnya, nilai transaksi di pasar sekunder cenderung menurun sementara sehingga ruang penguatan IHSG menjadi lebih terbatas, khususnya ketika belum terdapat katalis positif baru.

Outlook IHSG

Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG masih diperkirakan sideways dengan kecenderungan volatil. Secara teknikal, area 5.800 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Apabila level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area 5.700. Sementara itu, pada sisi atas, area 5.950–6.000 masih menjadi resistance kuat yang relatif sulit ditembus tanpa didukung katalis positif, baik dari data ekonomi domestik maupun sentimen global.

Dengan kombinasi investor yang masih menunggu data inflasi, neraca perdagangan, perkembangan konflik Timur Tengah, serta terserapnya likuiditas akibat musim IPO, ruang penguatan IHSG dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih terbatas. Arah pasar selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kualitas data ekonomi yang dirilis besok serta bagaimana investor asing merespons hasil tersebut.

 

 

You Might Also Like

Mulai Masa Penawaran IPO dan Tunggu Rilis Data Makro, IHSG Bakal Kemana?

MSCI Umumkan Hasil Review Indonesia, IHSG Bakal Kemana?

RANS Milik Raffi Ahmad Siap IPO, Incar Dana hingga Rp 429 Miliar

BEI Optimis Indonesia Akan Tetap di Kategori Emerging Market

Masih Dibayangi Sentimen Iran-AS dan MSCI, IHSG Bakal Kemana?

TAGGED: IHSG, IHSG hari ini
Aurelia Tanu June 30, 2026 June 30, 2026
Previous Article Purbaya Kucurkan Rp 1,96 T ke 3 Lembaga Internasional, Buat Apa?
Next Article Kemenkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp 281T di Himbara hingga Akhir Tahun 2026
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?