[Medan | 12 Mei 2026] Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada pekan ini dengan membawa 17 eksekutif dari perusahaan-perusahaan terbesar AS. Kehadiran para CEO papan atas tersebut memperkuat spekulasi bahwa pertemuan Trump dengan Presiden Xi Jinping akan menghasilkan sejumlah kesepakatan investasi dan perdagangan bernilai besar.
Trump akan berangkat dari Washington, D.C. pada Selasa (12/5/2026) dan dijadwalkan bertemu Xi di Beijing pada 14–15 Mei 2026.
Deretan CEO Raksasa AS Ikut dalam Delegasi
Delegasi bisnis yang menyertai Trump mencakup pemimpin perusahaan-perusahaan paling berpengaruh di dunia, antara lain:
| CEO / Eksekutif | Perusahaan |
| Tim Cook | Apple |
| Elon Musk | Tesla / SpaceX |
| Larry Fink | BlackRock |
| Stephen Schwarzman | Blackstone |
| Kelly Ortberg | Boeing |
| Brian Sikes | Cargill |
| Jane Fraser | Citigroup |
| Chuck Robbins | Cisco |
| Jim Anderson | Coherent |
| H. Lawrence Culp Jr. | GE Aerospace |
| David Solomon | Goldman Sachs |
| Jacob Thaysen | Illumina |
| Michael Miebach | Mastercard |
| Dina Powell McCormick | Meta |
| Sanjay Mehrotra | Micron Technology |
| Cristiano Amon | Qualcomm |
| Ryan McInerney | Visa |
Fokus Utama Pertemuan Trump-Xi
Pertemuan kedua pemimpin diperkirakan membahas sejumlah isu strategis, meliputi:
- Stabilitas perdagangan dan tarif
- Investasi lintas negara
- Pasokan mineral tanah jarang
- Kecerdasan buatan (AI)
- Taiwan dan keamanan kawasan
- Konflik Timur Tengah, khususnya Iran
Washington juga dikabarkan mendorong pembentukan Dewan Perdagangan dan Dewan Investasi bilateral untuk memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara.
Potensi Kesepakatan Bernilai Jumbo
Kehadiran perusahaan dari sektor teknologi, keuangan, manufaktur, energi, dan pertanian menunjukkan bahwa kunjungan ini berpotensi menghasilkan beberapa proyek besar, seperti:
- Pembelian pesawat Boeing oleh maskapai China
- Kontrak pasokan semikonduktor
- Investasi pusat data dan AI
- Kerja sama energi dan pertanian
- Pembukaan akses pasar keuangan China bagi institusi AS
Jika tercapai, kesepakatan ini dapat memperbaiki hubungan dagang yang sempat memburuk akibat perang tarif beberapa tahun terakhir.
Dampak ke Pasar Global
Pertemuan Trump-Xi menjadi salah satu agenda paling penting bagi pasar global pekan ini.
Jika hasil positif:
- Sentimen risk-on menguat
- Bursa saham global berpotensi melanjutkan reli
- Harga minyak dapat turun jika tensi geopolitik mereda
- Dolar AS cenderung stabil
- Arus modal ke emerging markets meningkat
Jika hasil mengecewakan:
- Risiko perang dagang kembali meningkat
- Volatilitas pasar naik
- Safe haven seperti emas dan obligasi diburu
Dampak ke Indonesia
Bagi Indonesia, hasil pertemuan ini sangat penting karena akan memengaruhi:
- Arus modal asing ke IHSG
- Stabilitas rupiah
- Harga komoditas global
- Prospek ekspor
Jika Trump dan Xi mencapai kesepakatan konstruktif, sentimen terhadap pasar emerging markets, termasuk Indonesia, berpotensi membaik. Namun, jika ketegangan kembali meningkat, IHSG dan rupiah berisiko menghadapi tekanan baru.

