IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Harga Minyak Naik Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

By Aurelia 3 months ago Ekonomi
Image source: AP/ humenglish.com
SHARE

[Medan | 11 Mei 2026] Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. Penolakan tersebut memupus harapan pasar bahwa konflik segera mereda dan Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam waktu dekat.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (11/5/2026), Trump menyebut respons Teheran terhadap proposal damai AS sebagai sesuatu yang “SAMA SEKALI TIDAK BISA DITERIMA.” Pernyataan itu langsung memicu lonjakan harga minyak karena investor kembali memperhitungkan risiko terganggunya pasokan energi global.

Iran sebelumnya menyampaikan proposal balasan yang mencakup penghentian perang di seluruh front, kompensasi atas kerusakan akibat konflik, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS, dan pemulihan ekspor minyak Iran. Namun seluruh poin tersebut ditolak oleh Washington.

Harga Brent dan WTI Rebound Tajam
Pasca penolakan tersebut, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli melonjak hingga 3,5% ke level tertinggi intraday US$104,80 per barel. Pada perdagangan pagi di Asia, Brent masih diperdagangkan di sekitar US$103,95 per barel, naik 2,6%.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni menguat 2,6% ke US$97,93 per barel, mendekati kembali level psikologis US$100.

Kenaikan harga terjadi setelah Brent sempat terkoreksi tajam sepanjang pekan lalu seiring optimisme bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Risiko Utama
Pasar energi global masih berfokus pada Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia dan sebagian besar ekspor LNG dari Qatar. Penutupan selat sejak akhir Februari telah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam beberapa dekade.

Meski beberapa kapal mulai berhasil melintasi kawasan tersebut, arus pelayaran masih jauh dari normal. Qatar baru berhasil mengirim satu kargo LNG untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, sementara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga secara terbatas berhasil mengeluarkan sejumlah kapal tanker.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan dunia masih kehilangan sekitar 14 juta barel minyak per hari akibat konflik tersebut.

Ketegangan Keamanan Masih Tinggi
Situasi keamanan di kawasan juga tetap rapuh. Dalam beberapa hari terakhir, drone dilaporkan menyerang kapal kargo di perairan Qatar, sementara Uni Emirat Arab dan Kuwait mengonfirmasi berhasil mencegat sejumlah drone bermusuhan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang belum berakhir dan masih diperlukan langkah lanjutan untuk melucuti program nuklir Iran. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan asing.

Dengan kedua pihak tetap bersikeras, prospek tercapainya kesepakatan damai jangka pendek semakin mengecil.

Saudi Aramco: Pasar Bisa Normal Kembali pada 2027
CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung lebih lama, pasar minyak global mungkin baru benar-benar kembali normal pada 2027.

Aramco telah mengalihkan sebagian ekspor melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah, namun kapasitas jalur alternatif tersebut belum mampu sepenuhnya menggantikan volume ekspor yang biasanya melewati Hormuz.

 

You Might Also Like

Dirilis Pekan Ini, Data Inflasi AS Juli 2026 Diproyeksikan Naik Tipis

Data NFP AS Turun Signifikan, Positif Untuk Rupiah dan Market?

Harga Minyak Kembali Dekati US$ 85 per Barel Usai Kesepakatan Iran-Oman Buntu

Catat Rekor, Jepang Jual Dolar US$ 40 Miliar Untuk Intervensi Yen

Trump Tetapkan Tarif 15% dan Batas Harga Minimum Impor Polisilikon

TAGGED: harga minyak dunia
Aurelia May 11, 2026 May 11, 2026
Previous Article Trump dan Xi Jinping Bakal Bertemu Pekan Ini, Bahas Apa?
Next Article Bursa Asia Dibuka Variatif, Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Baru
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?