IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

BI Proyeksi The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga hingga 50bps di Sisa Tahun 2025

By Aurelia 1 year ago Ekonomi
Image source: AP/timesindonesia.co.id
SHARE

[Medan | 21 Agustus 2025] Bank Indonesia (BI) memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak dua kali pada semester II/2025, masing-masing 25 basis poin. Dengan begitu, total penurunan diperkirakan mencapai 50 bps sehingga FFR berakhir di kisaran 3,75%–4% pada akhir tahun, lebih rendah dari posisi saat ini di 4,25%–4,5%.

Perkiraan ini didasarkan pada proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, yang sejalan dengan melemahnya permintaan domestik. Tekanan inflasi juga semakin terkendali, sehingga mendorong ekspektasi pasar bahwa The Fed akan lebih longgar dalam kebijakan moneternya. Meski demikian, BI menekankan bahwa ketidakpastian global dalam jangka pendek masih tinggi dan tetap harus diantisipasi.

Secara global, BI memandang perekonomian dunia akan tumbuh di bawah 3% pada 2025–2026. Pelemahan tersebut tidak lepas dari implementasi tarif resiprokal oleh Amerika Serikat sejak 7 Agustus 2025, yang diperluas dari 44 menjadi 70 negara. Beberapa tarif, seperti untuk India dan Swiss, bahkan lebih tinggi dari pengumuman awal. Kebijakan perdagangan ini berpotensi mengurangi volume ekspor-impor antarnegara dan pada akhirnya menekan laju pertumbuhan global, termasuk di AS.

Dalam kondisi seperti itu, pemangkasan suku bunga oleh The Fed diperkirakan menjadi salah satu upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. BI melihat langkah ini sekaligus akan memberikan sinyal positif bagi stabilitas pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

You Might Also Like

Neraca Dagang Surplus, Tapi Ekonom Sebut Masih Rentan

AS-Iran Saling Serang Lagi, Harga Minyak Tembus US$95!

Yield Obligasi Global Naik Tajam, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

TAGGED: Jerome Powell, Perry Warjiyo, suku bunga BI, suku bunga The Fed
Aurelia August 21, 2025 August 21, 2025
Previous Article RAJA Lepas 10 Juta Saham RATU, Ada Apa?
Next Article Pasar Tunggu Pidato Powell di Jackson Hole, IHSG Berpotensi Tertekan?
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?