IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Demo Berlanjut, Rupiah Bisa Tembus Rp 16.600?

By Aurelia 1 year ago Ekonomi
Image source: AP/ bisnis.espos.id
SHARE

[Medan | 1 September 2025] Kurs rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan terakhir Agustus 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di Rp 16.500 per dolar AS pada Jumat (29/8), melemah 0,89% secara harian. Dalam sepekan, rupiah terkoreksi 0,90%.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di Rp 16.461 per dolar AS, turun 0,64% dalam sehari dan melemah 0,74% sepanjang pekan.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga kisaran Rp 16.600–Rp 16.650 per dolar AS pada awal pekan depan. Ia menekankan kedalaman pelemahan rupiah akan sangat bergantung pada situasi demonstrasi yang diperkirakan masih berlanjut. Jika eskalasi meningkat, sentimen investor bisa terguncang karena pasar menilai tidak hanya faktor domestik tetapi juga kondisi eksternal.

Dari sisi global, dolar AS menguat setelah rilis data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 mencapai 3,3%, lebih tinggi dari proyeksi awal 3,1%. Ketidakpastian juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook, yang dapat memengaruhi keputusan suku bunga bank sentral AS pada September mendatang.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menilai sentimen negatif terhadap rupiah juga dipicu oleh kontroversi tunjangan rumah anggota DPR yang memicu gelombang protes publik di tengah tekanan ekonomi. Ia menambahkan, perhatian investor global pada pekan depan akan tertuju pada rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, yang akan turut memengaruhi arah pergerakan rupiah.

Dengan mempertimbangkan faktor politik dalam negeri dan eksternal, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 16.400–Rp 16.700 per dolar AS pada pekan pertama September.

You Might Also Like

Inflasi Naik Tapi Neraca Dagang Kembali Surplus, Apa Artinya Bagi Ekonomi RI?

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

TAGGED: demo masyarakat, Rupiah, rupiah hari ini
Aurelia September 1, 2025 September 1, 2025
Previous Article CEO Borong 969.100 Saham ISAT, Ada Apa?
Next Article Aliran Asing Keluar RI Sebesar Rp 250 Miliar di Akhir Agustus 2025
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?