IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
  • Komunitas Petik Profit ➜
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Menkeu AS Sarankan Jepang Naikkan Suku Bunga

By Aurelia 3 hours ago Ekonomi
Image source: AP/ opb.org
SHARE

[Medan | 1 September 2026] Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mendorong Jepang untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebagai langkah berikutnya dalam menghadapi pelemahan nilai tukar yen. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di North Carolina.

Menurut laporan NHK yang mengutip seorang pejabat AS, Bessent secara langsung menyampaikan pandangannya mengenai perlunya Jepang mengambil langkah lanjutan dalam kebijakan moneter. Pernyataan tersebut muncul menjelang rapat kebijakan BoJ yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 September 2026.

Meski demikian, Bessent menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mendikte kebijakan bank sentral Jepang. Namun, ia menilai Jepang mungkin telah memasuki fase akhir dari kebijakan ekonomi era Abenomics yang selama bertahun-tahun mengandalkan stimulus moneter besar-besaran untuk mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Pelemahan Yen Tekan Jepang

Tekanan terhadap yen menjadi salah satu alasan utama meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ. Mata uang Jepang sempat menembus level ¥160 per dolar AS, level yang terakhir kali terjadi sebelum pemerintah Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing sekitar sebulan sebelumnya.

Yen kemudian menguat tipis ke kisaran ¥159,80 per dolar AS setelah muncul pernyataan dari Bessent. Sebelumnya, pemerintah Jepang dan AS bahkan melakukan intervensi pasar secara terkoordinasi untuk menopang nilai tukar yen, yang menjadi kerja sama pertama kedua negara dalam intervensi mata uang sejak 1998.

Bessent sebelumnya juga telah berulang kali menyampaikan pandangan bahwa kenaikan suku bunga merupakan solusi yang lebih berkelanjutan untuk menopang yen dibandingkan ketergantungan terhadap intervensi pasar. “Saya tidak akan mendikte apa yang harus mereka lakukan,” ujar Bessent ketika ditanya mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ. “Saya berpendapat bahwa kita mungkin sudah sampai di penghujung era Abenomics.”

Intervensi Jepang Capai Rekor

Kementerian Keuangan Jepang pada Jumat lalu mengungkapkan bahwa nilai intervensi mata uang selama sebulan terakhir mencapai rekor ¥15,4 triliun atau sekitar US$96,4 miliar. Intervensi tersebut dilakukan untuk menahan pelemahan yen yang semakin tajam. Namun, pasar mulai mempertanyakan efektivitas intervensi apabila perbedaan suku bunga antara Jepang dan negara-negara besar lainnya masih cukup lebar.

Amerika Serikat belum mengungkapkan secara rinci jumlah yen yang dibeli dalam intervensi bersama tersebut. Meski demikian, kontribusi AS diperkirakan jauh lebih kecil dibandingkan dana yang dikeluarkan pemerintah Jepang.

Bessent bahkan membela langkah dukungan AS terhadap yen setelah kebijakan tersebut mendapat kritik dari sejumlah politisi Partai Demokrat. Ia berpendapat bahwa volatilitas ekstrem pada yen dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pasar keuangan global, termasuk berpotensi mendorong kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

Peluang Kenaikan Suku Bunga September Menguat

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BoJ semakin meningkat menjelang pertemuan kebijakan pada pertengahan September. Data pasar overnight index swaps pada Senin menunjukkan peluang kenaikan suku bunga dalam rapat September telah mencapai sekitar 88%.

Peluang tersebut meningkat setelah Jepang dan AS melakukan intervensi bersama serta munculnya tekanan dari Washington agar Jepang menggunakan kebijakan moneter sebagai salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas yen.

Jika BoJ benar-benar menaikkan suku bunga, langkah tersebut akan menjadi sinyal penting bahwa Jepang semakin menjauh dari era kebijakan moneter ultra-longgar. Pasar selanjutnya akan mencermati apakah kenaikan suku bunga tersebut cukup untuk menopang yen atau justru memicu volatilitas baru di pasar keuangan global.

Bagi pasar global, perubahan kebijakan BoJ juga penting karena Jepang merupakan salah satu sumber likuiditas terbesar di dunia. Kenaikan suku bunga berpotensi mendorong investor Jepang untuk mengurangi eksposur terhadap aset luar negeri dan meningkatkan investasi di pasar domestik, sehingga pergerakan kebijakan BoJ dapat memberikan dampak terhadap pasar obligasi, saham, dan nilai tukar secara global.

 

 

You Might Also Like

PMI Manufaktur RI Agustus 2026 Kembali Kontraksi ke 49,8

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel

Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

Aturan DHE SDA Dilonggarkan, Berlaku Mulai 1 September

Kevin Warsh Beri Sinyal Hawkish, Peluang Kenaikan Suku Bunga AS Tembus 50%!

TAGGED: Jepang, Menkeu AS, suku bunga Jepang
Aurelia September 1, 2026 September 1, 2026
Previous Article Harga BBM Terbaru 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik
Next Article AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Tembus US$ 90 per Barel
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Mentari Greenwich B7-8, Jl. Letda Sujono No.64, Bandar Selamat, Kec. Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara 20223
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?