IkutinIkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
IkutinIkutin
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Jelajah
  • Ekonomi
  • Tren
  • Teknologi
  • Newsletter
  • Data Pasar
  • Lowongan
  • Kontak
Follow US
2024 ©️ Fawz Finansial Indonesia. All Rights Reserved.
Ekonomi

Trump Tolak Proposal Perdamaian Iran, Perang Tak Jadi Berakhir?

By Aurelia Tanu 1 hour ago Ekonomi
Image source: AP/ politico.com
SHARE

[Medan | 11 Mei 2026] Harapan pasar terhadap berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memudar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menolak proposal balasan yang diajukan Teheran pada Minggu (10/5/2026). Penolakan ini menandakan negosiasi masih menemui jalan buntu dan meningkatkan risiko bahwa perang yang telah berlangsung selama hampir 10 minggu akan terus berlanjut, dengan implikasi besar terhadap harga energi, inflasi global, dan stabilitas pasar keuangan.

Contents
Iran Ajukan Proposal Balasan, Trump Langsung MenolakSelat Hormuz Tetap Menjadi Sumber KetidakpastianTrump Ditekan Akhiri PerangDampak ke Pasar GlobalDampak ke Indonesia

Iran Ajukan Proposal Balasan, Trump Langsung Menolak

Pemerintah Iran menyampaikan proposal melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator. Dalam usulan tersebut, Teheran meminta penghentian perang di seluruh front, khususnya di Lebanon, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, penghentian blokade laut oleh AS, pencabutan sanksi ekonomi, pemulihan ekspor minyak Iran, serta kompensasi atas kerusakan yang timbul selama perang.

Namun hanya beberapa jam setelah proposal tersebut dipublikasikan, Trump langsung menolaknya melalui unggahan di Truth Social. “Saya tidak suka itu—sama sekali tidak bisa diterima,” tulis Trump tanpa menjelaskan bagian mana yang menjadi keberatan utama Washington.

Penolakan ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi kedua negara masih sangat lebar. Iran menuntut konsesi ekonomi dan keamanan yang besar, sedangkan AS ingin penghentian konflik dilakukan terlebih dahulu sebelum membahas isu yang lebih kompleks seperti program nuklir, rudal balistik, dan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi di Timur Tengah.

Selat Hormuz Tetap Menjadi Sumber Ketidakpastian

Meskipun beberapa kapal LNG dan kargo mulai berhasil melintasi Selat Hormuz, jalur strategis ini masih belum sepenuhnya pulih. Selat Hormuz merupakan rute vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia dan sebagian besar ekspor LNG dari kawasan Teluk.

Dalam beberapa hari terakhir, ancaman drone, patroli militer, serta ketegangan di perairan Teluk kembali meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun jalur pelayaran belum sepenuhnya tertutup, risiko gangguan pasokan energi tetap tinggi selama belum ada kesepakatan politik yang kredibel.

Trump Ditekan Akhiri Perang

Trump menghadapi tekanan domestik yang semakin besar untuk mengakhiri konflik. Harga bensin di AS telah melonjak tajam, memperburuk kekhawatiran masyarakat terhadap biaya hidup menjelang pemilu paruh waktu.

Selain itu, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan penting ke China pada pertengahan Mei. Konflik Iran diperkirakan akan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping, terutama karena perang ini telah memicu guncangan besar terhadap pasar energi global.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang belum selesai. Israel tetap menuntut pembongkaran program nuklir Iran, pemindahan uranium yang diperkaya, pembatasan rudal balistik, dan penghentian dukungan terhadap kelompok-kelompok militan di kawasan.

Dampak ke Pasar Global

Penolakan proposal damai meningkatkan kembali premi risiko geopolitik di pasar. Harga minyak berpotensi naik karena kekhawatiran bahwa Selat Hormuz tidak akan segera kembali normal, sehingga suplai minyak dan LNG global tetap terganggu.

Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi global bertahan lebih tinggi dan mengurangi ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, obligasi pemerintah AS, dan emas.

Sebaliknya, pasar saham global berisiko mengalami tekanan, khususnya sektor yang sensitif terhadap biaya energi seperti transportasi, manufaktur, dan konsumsi.

Dampak ke Indonesia

Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak dapat meningkatkan beban subsidi energi, memperlebar defisit transaksi berjalan, serta menambah tekanan terhadap inflasi domestik. Jika sentimen risk-off menguat, rupiah berpotensi kembali tertekan akibat penguatan dolar AS dan potensi keluarnya arus modal asing dari pasar negara berkembang.

Di pasar obligasi, kondisi ini dapat mendorong kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor panjang. Oleh karena itu, investor cenderung lebih nyaman pada obligasi tenor pendek hingga menengah sampai ada kejelasan mengenai arah negosiasi antara AS dan Iran.

Secara keseluruhan, penolakan Trump terhadap proposal Iran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Selama belum ada kesepakatan konkret, volatilitas harga minyak, nilai tukar, dan pasar keuangan global diperkirakan tetap tinggi.

 

You Might Also Like

Bursa Asia Dibuka Variatif, Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Baru

Harga Minyak Naik Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Trump dan Xi Jinping Bakal Bertemu Pekan Ini, Bahas Apa?

Ini Agenda yang Harus Dipantau di Pekan Ini!

Purbaya Bebaskan Pajak Restrukturisasi dan Akuisisi BUMN hingga 2029

TAGGED: iran proposal, trump proposal
Aurelia Tanu May 11, 2026 May 11, 2026
Previous Article IHSG Tiba-tiba Anjlok Hampir 3%, Ada Apa Ini?
Next Article Ini Agenda yang Harus Dipantau di Pekan Ini!
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IkutinIkutin
Komplek CitraLand Gama City, Madison Avenue, Blok R6 No. 90, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia
adbanner
AdBlocker Terdeteksi
Kami dengan hormat meminta Anda mempertimbangkan untuk memasukkan situs web kami ke dalam daftar putih AdBlocker, karena situs tersebut beroperasi dengan dukungan iklan. Keputusan Anda untuk memasukkan situs kami ke dalam daftar putih akan memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan operasinya.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?